MBG di Sumsel
361 SPPG di Sumsel Resmi Kantongi SLHS, 142 Dapur MBG Masih Proses Verifikasi
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 361 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) telah mendapatkan SLHS.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 361 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) telah mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
- Sementara itu, 142 SPPG lainnya masih dalam proses verifikasi dan asesmen untuk memenuhi standar keamanan pangan
- Jumlah tersebut berasal dari total 503 SPPG yang beroperasi di Sumsel, sehingga sekitar 72 persen SPPG sudah memenuhi standar higiene dan sanitasi sebagai persiapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026
SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 361 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) telah mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sementara itu, 142 SPPG lainnya masih dalam proses verifikasi dan asesmen untuk memenuhi standar keamanan pangan.
Jumlah tersebut berasal dari total 503 SPPG yang beroperasi di Sumsel, sehingga sekitar 72 persen SPPG sudah memenuhi standar higiene dan sanitasi sebagai persiapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Dedy Irawan, menyebut capaian ini meningkat signifikan dibanding Oktober 2025, yang baru mencapai 30 persen.
“Mudah-mudahan nanti prosesnya bisa lebih cepat lagi sehingga seluruh SPPG dapat memiliki SLHS,” ujar Dedy, Senin (19/1/2026).
Dedy menjelaskan, penerbitan SLHS mensyaratkan tiga aspek utama: sertifikasi penjamah makanan, hasil inspeksi kesehatan lingkungan dengan skor di atas 80 persen, dan hasil uji laboratorium yang menunjukkan tidak ada bakteri E. coli pada makanan.
“SLHS menjadi jaminan bahwa proses pengolahan hingga penyajian makanan dilakukan sesuai standar kesehatan,” tambahnya.
Meski progres berjalan cepat, Dinkes Sumsel masih menemukan kendala di lapangan, terutama keterbatasan sarana dan prasarana, seperti ketersediaan air bersih dan sistem pengolahan limbah.
“Kami tidak menolak pengajuan SPPG yang belum memenuhi syarat, tetapi memberi rekomendasi perbaikan agar bisa diasesmen ulang sampai sertifikat diterbitkan,” kata Dedy.
Berdasarkan data Dinkes Sumsel, Kota Palembang memiliki jumlah SPPG bersertifikat SLHS terbanyak (97 unit), diikuti Kabupaten Ogan Komering Ilir (35 unit) dan Kabupaten Ogan Ilir (30 unit). Kabupaten Musi Rawas Utara belum memiliki SPPG bersertifikat SLHS.
Dinkes Sumsel menargetkan seluruh SPPG yang masih dalam proses verifikasi segera memenuhi standar, sehingga layanan Makan Bergizi Gratis 2026 dapat berjalan dengan aman dan berkualitas.
Berikut rincian SPPG yang sudah memiliki SLHS per Kabupaten/Kota:
Kota Palembang : 97 SLHS Terbit
Kabupaten OKI : 35 SLHS Terbit
Kabupaten Ogan Ilir : 30 SLHS Terbit
| Asrul Indrawan Pasang Badan Bela Program Makan Bergizi Gratis, Bantah Cuma Hamburkan Uang |
|
|---|
| Siswa di Palembang Tak Dapat MBG Hari Pertama Sekolah Pasca Libur Lebaran, Penyesuaian Operasional |
|
|---|
| Publik Bisa Awasi Langsung, SPPG di Sumsel Wajib Unggah Rincian Menu dan Harga MBG |
|
|---|
| Siap-siap Kena Sanksi, Kader PDIP Sumsel Diultimatum Jangan Manfaatkan MBG untuk Bisnis Pribadi |
|
|---|
| Polda Sumsel Resmikan 16 SPPG Baru, Total 19 Unit SPPG Beroperasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/SPPG-Polres-Muba-seribu-porsi.jpg)