MBG di Sumsel

Sumsel Klaim Program Makan Bergizi Gratis Aman dari Inflasi Berkat GSMP

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan (Sumsel) diklaim sukses besar tanpa memicu kenaikan inflasi

Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Hartati
RAKOR MBG SUMSEL - Pembukaan Rapat koordinasi MBG tahap II di Sumsel yang dilaksanakan di hotel Santika Premiere Bandara, Senin (8/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mengelar rapat koordinasi MBG tahap II Sumsel.
  • Tercatat kini sudah ada 528 SPPG di Sumsel dengan penerima manfaat sebanyak 1.483.000 jiwa.
  • Gubernur Sumsel Herman Deru mengklaim program MBG sukses meredam inflasi berkat GSMP. 
 

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan (Sumsel) diklaim sukses besar tanpa memicu kenaikan inflasi, berkat peran krusial dari program ketahanan pangan daerah, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Klaim ini disampaikan Gubernur Sumsel, Herman Deru, dalam Rapat Koordinasi MBG di Palembang, Senin (8/12/2025).

Herman Deru menyebut, meskipun wilayah lain menghadapi tekanan inflasi akibat lonjakan permintaan bahan pangan untuk MBG, Sumsel tetap terkendali.

"Saat permintaan cabai, sayur, dan kebutuhan dapur naik dampak MBG, kita tidak terdampak karena Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan itu sendiri karena program GSMP terlaksana selama ini," ujar Herman Deru.

Saat ini, Sumsel memiliki lebih dari 500 Dapur MBG atau Satuan Pelaksana Pemberi Makanan (SPPG). 

Herman Deru menargetkan perluasan sasaran dan penambahan jumlah dapur di tahun mendatang, agar semakin banyak siswa dan keluarga yang merasakan manfaat penghematan dari program ini.

Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Mohammad Wahyu mengatakan bahwa penyelenggaraan rapat koordinasi program MBG tahap pertama masih cukup banyak menghadapi kendala karena baru pertama kali dilaksanakan dan masih terdapat berbagai kekurangan.

Namun, pada tahap kedua ini telah terlihat banyak kemajuan dan pencapaian.

Sebagai contoh, pada tahap pertama masih ditemukan permasalahan makanan yang mudah cepat basi dan juga sudah dilanjutkan sejumlah acuan perbaikannya dan kini sudah berjalan lebih baik.

Kini, dapur yang dinilai berhasil menjalankan program MBG dapat dijadikan contoh bagi dapur lain agar dapat melaksanakan program ini dengan lebih baik di masing-masing daerah.

Mohammad Wahyu juga mengatakan bahwa pelaksanaan Program MBG saat ini masih terpusat di Kota Palembang.

Ke depan, ia berharap program ini dapat dilaksanakan secara merata di seluruh daerah lainnya. 

Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, diperlukan kesiapan yang matang, baik dari sisi dapur maupun aspek pendukung lainnya, mengingat Program MBG harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak boleh terhenti.

Dalam pelaksanaan rapat koordinasi MBG tahap kedua, sejumlah perbaikan telah dilakukan. 

Jika sebelumnya program ini hanya dikerjakan oleh tenaga yang sekadar mampu memasak, kini para petugas diwajibkan memiliki sertifikat laik hygiene serta memenuhi standar kesehatan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved