Sosok Lurah Ario Kemuning

Sosok Lurah Ario Kemuning: Jemput Bola Urus Data Warga Agar Dapat Bansos Pemerintah

Sososk M Yusuf Ermedi MSi telah mengabdi di Kelurahan Ario Kemuning Kecamatan Kemuning Kota Palembang selama 22 tahun dan jabat Lurah 12 tahun.

Tayang:
Penulis: Hartati | Editor: tarso romli
sripoku.com/hartati
SOSOK LURAH - Sosok Lurah Ario Kemuning Kecamatan Kemuning Palembang, M Yusuf Ermidi MSi 

Ringkasan Berita:
  •  M Yusuf Ermidi MSi sudah 12 tahun mengabdi jadi lurah Ario Kemuning Palembang
  •  Punya program jemput bola data warga kurang mampu agar dapat bantuan pemerintah
  •  Berencana buat program Posyandu terpadu tampung semua aspirasi masyarakat

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sososk M Yusuf Ermedi MSi telah mengabdi di kelurahan Ario Kemuning Kecamatan Kemuning Kota Palembang selama 22.

Selama 12 tahun dia mengabdi menjadi staf lurah atau sejak 2001 lalu dan sejak 2013 lalu jabatannya naik menjadi Lurah Ario Kemuning hingga kini.

12 tahun menjabat lurah membuat Yusuf "betah" mencurahkan tenaga dan pikiran pada tugasnya dengan mendukung program pemerintahan dari satu wali kota ke wali kota lainnya.

Selama 12 tahun masa kepemimpinannya, Yusuf menjalankan berbagai inovasi dan program kerja yang selaras dengan visi dan misi Wali Kota Palembang pada setiap periode kepemimpinan.

Saat ini, ia juga mendukung program permintaan RDPS mewujudkan visi “Palembang Berdaya dan Palembang Sejahtera".

Salah satu implementasi nyata program tersebut ialah pelayanan jemput bola dalam penyaluran bantuan sosial atau jaring pengaman sosial bagi warga kurang mampu di Kelurahan Ario Kemuning.

Yusuf turun langsung ke lapangan bersama para staf untuk melakukan pengecekan kondisi warga yang dinilai layak menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Upaya jemput bola ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi kepada penerima manfaat agar terhindar dari praktik judi online.

Hal itu dilakukan karena ditemukan kasus penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang gagal verifikasi dan tidak dapat menerima manfaat akibat adanya anggota keluarga yang terlibat judi online.

Yusuf terus memperjuangkan hak warganya yang kurang mampu agar dapat menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Namun, ia juga menemukan sejumlah kasus di mana warga batal menerima bantuan karena salah satu anggota keluarga terjerat praktik judi online.

Hal ini menyebabkan proses verifikasi gagal sehingga bantuan sosial tidak dapat dicairkan.

"Efek judi online ini bahaya sekali sebab meski penerima tidak terlibat judol tapi ada salah satu anggota keluarga yang terlibat judol dan berada dalam satu KK dengan penerima manfaat, maka penerima manfaat juga akan terdampak yakni dicoret dari daftar penerima manfaat," kata Yusuf, Kamis (20/11/2025).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Yusuf memberikan arahan kepada warga bahwa apabila ada anggota keluarga yang terjerat judi online, maka perlu dilakukan pemisahan Kartu Keluarga (KK).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved