Penculikan Siswi SMP di Palembang

Dinas Pendidikan Palembang Keluarkan Edaran Waspada Penculikan Siswa

Kasus dugaan percobaan penculikan yang menimpa seorang siswi SMP di Palembang pada Jumat (31/10/2025)

Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
BERI PENJELASAN - Elsa siswi SMPN 30 Palembang korban percobaan penculikan di dampingi sang ayah Guntur (50) saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (31/10/2025). Guntur mengakui tak ada permasalahan yang menimpa keluarga sehingga ia berharap pelaku ditangkap. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Palembang mengeluarkan surat edaran resmi yang meminta seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan.
  • Surat edaran ini dikeluarkan menindaklanjuti adanya percobaan penculikan terhadap seorang siswi SMPN 30 Palembang. 
  • Surat edaran ini diharapan bisa meningkatkan keamanan dan kewaspadaan di sekolah. 
 

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kasus dugaan percobaan penculikan yang menimpa seorang siswi SMP di Palembang pada Jumat (31/10/2025) memicu keresahan luas di tengah masyarakat. 

Menyusul viralnya laporan tersebut di media sosial dan pesan berantai, Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Palembang segera mengambil tindakan dengan mengeluarkan surat edaran resmi yang meminta seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Affan Prapanca, menegaskan bahwa edaran tersebut bertujuan untuk mencegah kepanikan sekaligus memperketat pengamanan lingkungan sekolah dari ancaman penculikan.

Agar meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah dengan menugaskan guru piket dan petugas keamanan untuk memantau aktivitas di sekitar gerbang sekolah, terutama pada saat jam masuk dan pulang sekolah.

Baca juga: MOBIL yang Digunakan Penculik Siswi SMPN 30 Palembang Terekam Kamera CCTV, Polisi Periksa Si Sopir!

Melarang siswa keluar dari lingkungan sekolah tanpa izin tertulis dari pihak sekolah atau orang tua/wali.

Berkoordinasi dengan orang tua atau wali siswa yakni dengan mengimbau orang tua atau wali untuk menjemput anak tepat waktu dan tidak mempercayakan penjemputan kepada orang yang tidak dikenal.

Mendorong komunikasi aktif antara pihak sekolah dan orang tua melalui grup komunikasi resmi sekolah.

Mengedukasi dan sosialisasi kepada siswa dengan memberikan penyuluhan kepada siswa tentang cara mengenali dan menghindari potensi ancaman penculikan.

"Mengajarkan siswa untuk tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal dan segera melapor kepada guru atau petugas keamanan jika merasa terancam," kata Affan, Sabtu (1/11/2025).

Berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat dengan menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian atau Babinsa setempat untuk melakukan patroli keamanan di sekitar sekolah.

Melaporkan segera kepada pihak berwenang apabila ditemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan sekolah.

Diknas juga mengimbau seluruh warga sekolah untuk tidak mudah menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

"Mengedepankan sumber informasi resmi dari pihak kepolisian, pemerintah daerah, atau Dinas Pendidikan Kota Palembang," tutup Affan.

Seharinya sebelumnya seorang siswi berinisial ES menjadi korban percobaan penculikan yang dilakukan oleh empat orang pelaku. 

Empat pelaku terdiri dari tiga orang pria dan satu orang perempuan menghadang seorang siswi. 

ES mengaku ditarik hendak dibawa ke dalam mobil. Ia juga nyaris disuntik oleh pelaku.

Beruntung ia bisa meloloskan diri setelah mengigit tangan dan menginjak kaki pelaku. 

ES kemudian tiba di sekolah menceritakan kejadian tersebut kepada temannya. 

Lalu temannya menceritakan kejadian itu kepada guru. 

Pihak sekolah langsung bertindak cepat dan melaporkan kejadian percobaan penculikan ke Polsek SU II Palembang. 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved