Market Day dan Banking Day, Siswa Dikenalkan Label Halal

Yang dijual ada label halal dan kedaluarsanya. Jika ada item makanan yang tidak ada label halal, maka tidak dijual belikan.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
Market Day dan Banking Day, Siswa Dikenalkan Label Halal - BANKING_DAY.JPG
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Siswa SDIT Auladi Pakjo menggelar kegiatan Banking Day.
Market Day dan Banking Day, Siswa Dikenalkan Label Halal - MARKET_DAY.JPG
Siswa SDIT Auladi Pakjo melakukan transaksi kegiatan Market Day.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ada hal yang menarik dalam kegiatan Market Day yang berlangsung 3-4 Juni 2014 di SDIT Auladi Pakjo. Siswa dikenalkan label halal.

"Konsep membina anak. Yang beli harus jeli nilai manfaat apanya. Sementara penjual harus jual seperti adanya label halal barang yang dijual,"  ungkap Penanggungjawab Market Day, Roharti SPd didampingi Kepala SDIT Julihardi ST.

Sebanyak 75 siswa terdiri dari kelas 1-3 SDIT Auladi Pakjo, 3-4 Juni 2014.
Pada hari pertama, kelas 1 sebagai penjual dan kelas 2 serta kelas 3 sebagai pembeli. Sebaliknya pada hari kedua siswa kelas 2 serta kelas 3 sebagai penjual dan siswa kelas 1 sebagai pembeli.

Yang dijual ada label halal dan kedaluarsanya. Jika ada item makanan yang tidak ada label halal, maka tidak dijual belikan.

Rencana SDIT Auladi tanggal 9 Juni 2014 ke BPPOM untuk mengenalkan anak-anaknya tentang makanan yang halal tidaknya.

"Market Day ini tujuannya mengenalkan soal pasar, nilai mata uang. Menjual ada 10 item barang haranya minimal Rp 1.000, maksimal Rp 2.000. Omzetnya Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Dipilih penjual tercepat (best seller) siapa yang habis duluan habis menjual," jelas Roharti.

Hari pertama best seller kelas 1 diraih Argam dan Azam. Hari kedua best seller kelas 2 diraih Zakir dan kelas 3 diraih Abi.

Sementara untuk Banking Day dibuat simulasi seperti bank sesungguhnya ada yang berperan sebagai teller, customer service, security, dan nasabah. Turut mensukseskan program pemerintah Gerakan Indonesia Menabung yang telah dilaunching di Palembang.

"Kita adakan satu bulan sekali. Petugas piketnya dirolling. Bulan pertama kelas 1, lalu kelas 2, dan kelas 3. Ini sudah berjalan 1,5 tahun," kata Penanggungjawab Banking Day, Arief Rahman Hartanto.

Tujuannya untuk memberikan pengalaman siswa yang bersangkutan. Anak mengenal perbankan, urgensi untuk menabung. Anak termotivasi menabung bulan depannya mau nabung di banking day.

"Anak terbiasa, antre. Begitu juga petugas hitung saldo. Belajar tanda tangan. Berlatih tegur sapa. Selamat datang, bulan depan kembali lagi ke sini. Melatih keberanian. Ditanggapi siswa antusias. Kita tanya siapa yang mau jadi petugas bulan depan, siswa berebut mau," terang Arief.

Terkait dengan rangkaian kegiatan classmeeting, dimasukkan dengan Banking Day bekerjasama dengan Bank SumselBabel Syariah dengan buka buku tabungan.

"Setiap selesai kegiatan Banking Day, kita setor ke Bank SumselBabel Syariah," ujar Arief.

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
siswa
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved