Ringkasan Materi

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia kelas 11 SMA Teks Argumentasi dengan Tema Ketahanan Pangan Lokal

Ini ringkasan materi Bahasa Indonesia kelas 11 SMA Bab 1 Materi Teks Argumentasi dengan Tema Ketahanan Pangan Lokal Kurikulum Merdeka.

Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Handout
ILUSTRASI RINGKASAN MATERI : Ini ringkasan materi Bahasa Indonesia kelas 11 SMA Bab 1 Materi Teks Argumentasi dengan Tema Ketahanan Pangan Lokal Kurikulum Merdeka.(Handout) 

SRIPOKU.COM - Simak ringkasan materi Bahasa Indonesia kelas 11 SMA materi Teks Argumentasi dengan Tema Ketahanan Pangan Lokal Kurikulum Merdeka.

Pada materi Teks Argumentasi dengan Tema Ketahanan Pangan Lokal, siswa akan diarahkan untuk mempelajari tentang puisi rakyat dan teks naratif.

Untuk itu, berikut ini ringkasan materi Teks Argumentasi dengan Tema Ketahanan Pangan Lokal.

Baca juga: Ringkasan Materi Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP/MTs Bab 2 Pedoman Negaraku

Baca juga: Ringkasan Materi Pendidikan Pancasila Kelas 9 SMP Bab 2 : Hak dan Kewajiban Warga Negara

Bab I Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia.

Pada bab ini akan digali lebih dalam mengenai ciri-ciri jenis Teks Argumentasi dan Teks Persuasi dan langlah-langkah membuat kedua jenis teks tersebut.

A. Membaca Kritis Teks Argumentasi

Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. 

Dalam kajian membaca dikenal banyak jenis membaca. 

Dilihat dari tujuan kedalamannya atau levelnya, membaca dapat digolongkan ke dalam membaca literal, membaca kritis, dan membaca kreatif.

Membaca kritis adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh perhatian, mendalam, evaluatif, serta analitis. 

Dengan membaca kritis pembaca akan memahami lebih dalam apa yang dibacanya sehingga akan mempunyai pemahaman yang lebih baik terhadap isi teks yang dibacanya.

Salah satu sumber yang bisa dijadikan rujukan dalam mengukur kemampuan membaca adalah dengan menggunakan taksonomi Barret. 

Menurut Barret, ada lima tahap kemampuan membaca. Tahap pertama adalah mengukur pemahaman literal.

Tahap kedua adalah kemampuan melakukan penataan atau reorganisasi teks yang dibaca oleh peserta didik. 

Tahap ketiga, yakni mengukur pemahaman inferensial. 

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved