Pendidikan Profesi Guru

Contoh Studi Kasus Perencanaan LKPD Lembar Kerja Peserta Didik PPG 2025 Kelas 5 SD

Pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, saya mengajar di kelas 5 SD, menghadapi tantangan besar dalam proses pembelajaran materi senam irama.

Freepik
STUDI KASUS PPG - Ilustrasi belajar. Contoh Studi Kasus Perencanaan LKPD Lembar Kerja Peserta Didik PPG 2025 Kelas 5 SD 

SRIPOKU.COM - Berikut ini contoh studi kasus perencanaan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) PPG 2025.

Contoh studi kasus kelas 5 SD ini bisa menjadi referensi bagi Bapak/Ibu Guru yang sedang mengikuti PPG.

Baca juga: Contoh Studi Kasus Permasalahan Dalam Penggunaan Media Pembelajaran IPA Kelas VII SMP Tugas PPG 2025

Masalah:

Pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, saya mengajar di kelas 5 SD, menghadapi tantangan besar dalam proses pembelajaran materi senam irama.

Meskipun saya sudah menyusun LKPD untuk mendukung pembelajaran, saya melihat siswa masih terlihat kurang aktif, tidak fokus dan hasil belajarpun kurang memuaskan.

LKPD yang saya susun terkesan monoton teralu teoritis dan tidak konstektual dengan kehidupan siswa.

Banyak siswa yang menyalin tanpa memahami isi LKPD.

Ketika diberikan tugas secara kelompok mereka kebingungan karena petunjuk dalam LKPD kurang jelas maka LKPD yang menjadi beban, bukan malah sebagai alat bantu belajar yang bermakna.

Solusi:

Untuk mengatasi masalah ini saya mengikuti seminar perencanaan LKPD berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan differensiasi belajar.

Bahwa LKPD yang baik harus memuat tujuan pembelajaran yang jelas, aktivitas yang bermakna, konstektual dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Kemudian saya melakukan evaluasi terhadap LKPD yang telah digunakan, saya mengubah menjadi lebih interaktif dan menarik, dengan menggunakan gambar, studi kasus, pertanyaan terbuka, dan kolom refleksi siswa.

Dampak: 

Alhamdulillah hasilnya, perubahan ini membawa dampak yang signifikan, Dimana siswa lebih aktif dan antusias dalam mengerjakan LKPD karena merasa kegiatan belajar lebih menyenangkan dan sesuai dengan cara belajar mereka.

Mereka mulai berani berdiskusi, mengajukan pertanyaan, berpendapat dan berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved