Berita OKU Selatan

Pelaku Penipuan Catut Nama Abusama Bupati OKU Selatan, Minta Uang via WhatsApp

Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan kembali dihadapkan pada aksi penipuan yang mencatut nama pejabat daerah.

Tayang:
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Odi Aria
Kolase
CATUT NAMA BUPATI- Tangkapan layar pesan WhatsApp palsu yang mengatasnamakan Bupati OKU Selatan, Rabu (23/07/2025). Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat kembali terjadi dan menyasar warga secara acak. 

 SRIPOKU.COM, MUARADUA- Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan kembali dihadapkan pada aksi penipuan yang mencatut nama pejabat daerah.

Kali ini, yang menjadi sasaran adalah Bupati OKU Selatan, Abusama, dan istrinya yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK, Yohana Abusama.

Modusnya terbilang klasik namun tetap saja memakan korban pelaku menyamar sebagai pejabat publik dan mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp, kemudian secara halus hingga memaksa meminta sejumlah uang.

“Modusnya itu-itu saja. Mengaku sebagai saya atau istri saya, lalu minta uang ke masyarakat. Sudah sering terjadi, tapi masih saja ada yang mencoba,” ungkap Bupati Abusama dalam keterangannya, Rabu (23/07/2025).

Ia menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini dan menegaskan bahwa dirinya maupun istri tidak pernah meminta uang kepada masyarakat melalui pesan pribadi, apalagi dari nomor yang tidak dikenal.

“Saya imbau masyarakat untuk tidak mudah percaya. Kalau ada pesan mencurigakan, apalagi dari nomor asing yang mengaku pejabat, langsung saja dicek ke kanal resmi atau dilaporkan,” tegasnya.

Fenomena ini bukan pertama kali terjadi di wilayah OKU Selatan. Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) juga pernah menjadi korban pencatutan nama untuk aksi serupa.

Polanya pun identik, dimana pelaku mengaku sebagai pejabat, menyapa secara sopan, lalu memanfaatkan kepercayaan untuk meminta dana secara ilegal.

Di tengah kemajuan teknologi digital, penyebaran informasi makin cepat. Namun di sisi lain, ini juga membuka celah bagi kejahatan siber.

Aplikasi pesan seperti WhatsApp yang mudah diakses, menjadi senjata ampuh bagi penipu untuk melancarkan aksinya.

“Warga harus makin cerdas. Jangan mudah panik kalau dapat pesan seperti itu. Konfirmasi dulu, jangan langsung percaya apalagi sampai transfer uang,” pesan Bupati.

Pemkab OKU Selatan pun telah membuka jalur pelaporan resmi melalui media sosial dan kanal komunikasi pemerintah lainnya, agar masyarakat bisa langsung melapor jika menerima pesan mencurigakan.

Dengan maraknya kasus penipuan yang menyasar tokoh publik sebagai kedok, Bupati berharap warga semakin waspada dan tidak segan melaporkan upaya penipuan dalam bentuk apa pun.

“Penipu bisa ganti wajah dan nama, tapi kita bisa cegah dengan informasi dan kewaspadaan,” tutup Abusama.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved