Berita OKU Selatan

Jembatan Penghubung 2 Desa di OKU Selatan Putus Diterjang Banjir, Warga Diminta Tetap Waspada

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.40 WIB saat debit sungai meningkat drastis akibat tingginya curah hujan.

Tayang:
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Welly Hadinata
Handout
JEMBATAN PUTUS -- Warga melihat kondisi Jembatan Teriti di Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, yang putus akibat diterjang banjir setelah hujan deras, Senin malam (11/5/2026). Putusnya akses penghubung Desa Air Baru dan Desa Teluk Agung membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Foto: dokumentasi/warga 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan Teriti di Kecamatan Mekakau Ilir, OKU Selatan, putus akibat diterjang banjir setelah hujan deras.
  • Putusnya jembatan menghambat aktivitas warga, pelajar, dan distribusi kebutuhan pokok antar desa.
  • BPBD OKU Selatan telah menerjunkan tim dan alat berat untuk penanganan awal di lokasi.

SRIPOKU.COM, MUARADUA — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumsel, Senin (11/5/2026) malam, menyebabkan Jembatan Teriti yang menghubungkan Desa Air Baru dan Desa Teluk Agung putus diterjang banjir.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.40 WIB saat debit sungai meningkat drastis akibat tingginya curah hujan.

Bagian oprit jembatan selebar sekitar dua meter dilaporkan amblas ke sungai bersama lapisan aspal jalan.

Meski konstruksi utama jembatan baja masih berdiri, kondisi jembatan dinilai membahayakan karena badan jalan penghubung sudah longsor dan terputus total.

Keesokan paginya, warga yang hendak beraktivitas dikejutkan dengan kondisi akses utama antar desa yang sudah tidak dapat dilalui kendaraan.

Sejumlah warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi untuk melihat bagian jalan yang runtuh.

Akibat putusnya jembatan tersebut, aktivitas masyarakat di dua desa terganggu.

Pelajar yang hendak berangkat sekolah, warga yang bekerja, hingga distribusi kebutuhan pokok terhambat karena jalur utama tidak dapat digunakan.

Warga kini terpaksa memakai jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh. Kondisi itu dinilai menyulitkan masyarakat yang sehari-hari bergantung pada akses tersebut.

“Kami berharap cepat diperbaiki karena ini akses utama masyarakat,” ujar salah seorang warga.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU Selatan Indra Gunawan melalui Sekretaris Badan Uliatiliska membenarkan kejadian tersebut.

“Tim BPBD sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan survei dengan membawa alat berat,” katanya.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melintasi area jembatan karena kondisi konstruksi belum dipastikan aman.

Warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. 
 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved