Berita Viral

Alasan Basarnas Usai Dikecam Warganet Brasil Gegara Lambat Evakuasi Pendaki Juliana sampai 4 Hari

Juliana ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam 600 meter pada Sabtu (21/6/2025). Ungkapan kekecewaan datang dari berbagai akun.

|
Editor: Fadhila Rahma
kolase Grid.id
JASAD WNA BRASIL - Juliana Marins akhirnya berhasil ditemukan di kedalaman 600 meter di puncak Gunung Rinjani. 

Seberapa Sulit Lokasi Jatuhnya Juliana Dijangkau?

Korban ditemukan di kedalaman sekitar 600 meter di medan tebing terjal. Panjang tali yang tersedia hanya 250 meter, sehingga tim SAR harus menyambung tali untuk mencapai titik jatuhnya korban. Jurang yang curam juga menyulitkan pemasangan tambatan tali pengaman.

"Kedalaman sejauh 400–500 meter ini memang bukan sesuatu yang gampang," ujar Syafii. "Tambatan tali tidak memungkinkan untuk dipasang dengan aman."

Pasokan oksigen yang terbatas di ketinggian 9.000 kaki turut memperlambat gerak tim SAR. Akibatnya, proses pencapaian titik korban harus dilakukan bertahap dan sangat hati-hati untuk menjaga keselamatan personel.

Pada hari keempat, Rabu (25/6/2025), tim SAR berhasil menjangkau posisi Juliana. Proses evakuasi akan dilakukan dengan sistem vertical lifting untuk mengangkat jenazah ke atas. Setelah itu, korban ditandu menyusuri jalur pendakian ke Posko Sembalun.

Dari Posko Sembalun, jenazah kemudian dibawa menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut.

Syafii menegaskan bahwa semua prosedur sudah dijalankan sesuai standar operasi, dengan mengedepankan keselamatan tim dan ketepatan dalam identifikasi lokasi.

"Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi di medan yang sangat sulit," tutupnya.

Kronologi Penemuan

Saat itu, Tim SAR gabungan dikerahkan untuk menjangkau posisi dari korban. Yakni di arah Danau Segara Anak di sekitar Cemara Nunggal, Gunung Rinjani. Tim yang terlibat pun terdiri dari Basaranas, Unit SAR Lombok Timur, Brimob, Polisi Hutan, EMHC, Lorax, Porter dan Rinjani Squad.

Dimana total orang yang terjun ada sekitar 48 personel. Sebelumnya, evakuasi juga sudah diupayakan.

Yakni dengan mengerahkan helikopter bantuan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Namun sayangnya, karena kondisi cuaca yang berkabut telat, proses evakuasi menjadi terhambat.

Tim lantas mencoba mencari cara lain, yakni dengan menggunanakan vertical lifting. Dimana posisi jasad WNA Brasil itu akhirnya berhasil didekati pada Selasa (24/6/2025) pukul 18.00 WITA.

Kala itu, jasad korban ternyata berada di lereng dengan kedalaman 600 meter. Proses evakuasi juga sempat mengalami kesulitan lantaran medan yang sulit.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan kala itu karena kondisi sudah gelap dan medan berat, para personel yang terjun memutuskan untuk melakukan flying camp (berkemah di lokasi).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved