Kunci Jawaban

Pak Wahyu Guru Bahasa Indonesia di Kelas XI SMA Adalah Seorang Pendidik yang Selalu Berusaha Modul 3

Pak Wahyu, guru Bahasa Indonesia di kelas XI SMA, adalah seorang pendidik yang selalu berusaha menjaga keadilan dalam penilaian dengan tegas.

Freepik
MODUL 3 FPPN 3 - Ilustrasi belajar. Pak Wahyu Guru Bahasa Indonesia di Kelas XI SMA Adalah Seorang Pendidik yang Selalu Berusaha Modul 3 

SRIPOKU.COM - Di bawah ini Kunci jawaban Latihan Pemahaman FPPN 3 PPG 2025 Modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai.

Soal Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai atau FPPN 3 ini akan Bapak/Ibu Guru temui saat mengerjakan modul 3 PPG Guru Tertentu 2025.

Di bawah ini soal FPPN 3 nomor 4 dilengkapi dengan pembahasan yang akan memberikan pemahaman lebih lanjut kepada Bapak/Ibu Guru.

Baca juga: Jawaban Modul 3 Topik 2, Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan?

4. Pak Wahyu, guru Bahasa Indonesia di kelas XI SMA, adalah seorang pendidik yang selalu berusaha menjaga keadilan dalam penilaian dengan tegas.

Suatu hari, Ayu, siswi yang dikenal cerdas dan aktif, meminta kesempatan untuk mengumpulkan tugas akhir semester yang seharusnya sudah dikumpulkan beberapa hari lalu.

Pak Wahyu menanyakan alasan keterlambatannya, karena sangat jarang Ayu bersikap demikian. Ayu mengatakan bahwa keterlambatannya disebabkan oleh kondisi keluarga yang mendesak.

Pak Wahyu ingin memberikan kesempatan, tetapi ada dilema yang beliau rasakan.

Beberapa siswa lain di kelas ada yang terlambat mengumpulkan tugas dan meminta kelonggaran Pak Wahyu tetapi ditolak karena tidak sesuai dengan kesepakatan tenggat waktu pengumpulan tugas dan Pak Wahyu belum sempat menggali penyebab keterlambatan mereka.

Bagaimana sebaiknya Pak Wahyu mengatasi dilema ini?

A. Memberikan kesempatan bagi beberapa siswa yang terlambat untuk menjelaskan alasannya. Lalu, membuka diskusi kelas untuk menemukan solusi yang adil

B. Memberikan kesempatan kepada Ayu, tetapi kali itu saja dan meminta Ayu untuk menyampaikan alasan lebih rinci tentang kondisi yang dialaminya.

C. Tidak memberikan kesempatan kepada Ayu dengan memberikan penjelasan yang lebih personal dan mengingatkan seluruh kelas bahwa kesepakatan harus diikuti

D. Tidak memberikan kelonggaran bagi Ayu dengan penjelasan yang empatik, lalu mengajak semua siswa meninjau ulang kesepakatan kolas mengenai kesepakatan pengumpulan tugas

E. Menolak memberikan kelonggaran kepada Ayu karena sudah ada siswa lain yang ditolak sehingga aturan yang ada harus diterapkan secara konsisten tanpa pengecualian.

Jawaban: D

Pembahasan: 

1. Tidak memberikan kelonggaran hanya kepada Ayu

Walaupun Ayu adalah siswa yang cerdas dan memiliki alasan yang masuk akal, memberikan pengecualian tanpa kriteria yang jelas bisa menimbulkan ketidakadilan dan persepsi “anak emas”.

Penilaian dan perlakuan guru yang adil akan membangun kepercayaan siswa terhadap integritas guru.

2. Memberikan penjelasan yang empatik

Menolak permintaan Ayu bukan dengan sikap keras, tapi dengan penjelasan yang hangat dan terbuka seperti:

“Ibu/Bapak percaya kamu punya alasan yang kuat dan kamu memang selalu bertanggung jawab. Tapi karena sebelumnya ada beberapa temanmu yang juga terlambat dan Ibu/Bapak tolak, maka demi keadilan, kali ini pun aturannya harus berlaku sama. Nanti kita bisa diskusikan cara lain supaya kamu tetap bisa mengejar nilai.”

Ini menunjukkan bahwa guru peduli tetapi tetap tegas dan adil.

3. Mengajak siswa meninjau ulang kesepakatan kelas

Dengan melakukan evaluasi bersama terhadap peraturan kelas (termasuk tenggat waktu), guru mengajarkan:

Musyawarah

Keadilan prosedural

Tanggung jawab bersama

Ini juga bisa menjadi momentum untuk menyusun mekanisme pengajuan dispensasi atau toleransi di masa depan agar jelas dan adil untuk semua.

Baca berita menarik Sripoku.com lainnya di Google News

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved