Berita Prabumulih

Venom, Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo untuk Masyarakat Prabumulih Sehat dan Siap Dikurban

Venom, sapi kurban bantuan Presiden Prabowo untuk masyarakat Prabumulih menjalani pemeriksaan kesehatan oleh UPTD Kesmavet Dinas Pertanian.

Penulis: Edison Bastari | Editor: tarso romli
sripoku.com/edison bastari
PERIKSA KESEHATN HEWAN - UPTD Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Kota Prabumulih melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang akan disembelih saat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Selasa (27/5/2025). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Pemerintah Kota Prabumulih melalui UPTD Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Kota Prabumulih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan-hewan kurban yang akan disembelih saat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Pemeriksaan tersebut berlangsung di kandang Sepri Cow yang berlokasi di Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, pada Selasa (27/5/2025).

Kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Alfian SP didampingi oleh Kepala UPTD Kesmavet, Olivia Susanti SPt MSi, serta Pengawas Kesmavet, drh Nora Gustina. 

Tim ini secara intensif melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik, umur serta kesehatan internal hewan-hewan kurban, dengan fokus utama pada dua ekor sapi bantuan Presiden RI yang masing-masing ditujukan untuk Kota Prabumulih dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sapi bantuan presiden untuk masyarakat Prabumulih tersebut diberi nama Venom, dengan berat hampir satu ton atau tepatnya 975 kilogram. Sapi berpostur besar jenis Simental ini dinyatakan dalam keadaan sehat dan layak dikurbankan.

"Hasil pemeriksaan kita lakukan alhamdulilah bagus, sapinya dalam keadaan sehat," ungkap Alfian ketika diwawancarai di sela-sela kegiatan pemeriksaan. 

Lebih lanjut Alfian mengaku, sapi Venom bantuan Presiden Prabowo akan dilakukan penyembelihan di Masjid Sirajul Islam Kelurahan Muntang Tapus Kecamatan Prabumulih Barat. "Nanti akan disembelih di masjid Sirajul Islam Mutang Tapus," tuturnya.

Sementara itu, drh Nora Gustina mengatakan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban telah dilakukan sejak dua hari sebelumnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengawasan yang menyasar tempat-tempat penjualan atau pengumpulan hewan kurban dalam jumlah besar.

"Pemeriksaan kita lakukan di tempat pedagang atau pengepul jualan dalam jumlah besar. Ini dilakukan agar hewan-hewan yang akan dijual kepada masyarakat benar-benar terjamin dari sisi kesehatan maupun syarat syariatnya," ujarnya.

Tim Kesmavet menekankan pentingnya dua aspek utama dalam pemeriksaan hewan kurban yakni kesehatan fisik dan kelayakan secara syar’i baik usia maupun lainnya.

"Temuan yang sering terjadi adalah adanya sapi yang belum cukup umur atau belum poel. Dalam syariat Islam, salah satu syarat sah hewan kurban adalah telah mencapai usia tertentu, biasanya ditandai dengan tanggalnya gigi seri susu (poel). Ada beberapa yang sering kita temukan, sapi belum cukup umur, belum poel," katanya.

Terkait temuan ini, pihak Dinas Pertanian Kota Prabumulih memberikan imbauan keras kepada para pemilik hewan agar tidak menjual sapi-sapi tersebut untuk keperluan kurban.

"Kita juga sebelumnya telah melakukan pelatihan kepada para pengurus masjid atau takmir mengenai kriteria hewan kurban yang sah dan sehat," lanjutnya.

drh Nora juga mengimbau masyarakat luas agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban, di mana ciri-ciri sapi yang sehat dapat dilihat dari kondisi fisiknya, termasuk sorot mata yang cerah, bulu yang bersih, kulit yang tidak luka serta kotoran dan urin yang normal.

"Pertama harus melihat dari sapi itu sendiri, sehat atau tidak. Bisa dilihat dari sorot matanya, dari bulunya, dari kulit dan dari kotoran termasuk air seni. Tidak boleh hanya menilai dari besar kecilnya hewan kurban. Faktor umur sangat penting, dan pemeriksaan poel harus dilakukan," tuturnya.(eds)

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved