Opini
Terapi Ikan untuk Mengatasi Penyakit Psoriasis
Psoriasis merupakan penyakit yang disebut dengan penyakit auto imun...
Penulis: Prima Trisna Aji
(Dosen prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang)
SRIPOKU.COM - Dengan semakin banyaknya radikal bebas yang berada disekitar manusia membuat banyak sekali beraneka ragam penyakit yang ditimbulkan pada tubuh manusia.
Dari penyakit yang ringan hingga yang berat, beberapa penyakit juga belum memiliki obatnya dan hanya ada obat untuk mengurangi tanda dan gejala penyakit.
Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh paparan radikal bebas yang terlalu banyak adalah penyakit Psiroasis.
Penyakit Psoriasis sendiri merupakan penyakit yang disebut dengan penyakit auto imun, dimana pada kekebalan tubuh manusia yang seharusnya membunuh kuman, virus yang masuk ke dalam tubuh manusia tetapi malah menyerang pada sel tubuh itu sendiri.
Hal ini dikarenakan sel imun tidak mampu membedakan antara sel kuman sebagai musuh dengan tubuh sendiri.
Pertumbuhan sel kulit baru yang terlalu cepat adalah tanda penyakit kulit kronis. Hal ini menyebabkan bercak-bercak kulit yang kemerahan, bersisik, dan tebal.
Faktor genetik, sistem kekebalan tubuh yang rusak, dan faktor lingkungan seperti infeksi atau stres diduga menjadi penyebab psoriasis, meskipun penyebab pastinya tidak diketahui.
Bercak-bercak kemerahan, bersisik, dan menebal pada kulit adalah gejala utama psoriasis, terutama di area siku, lutut, kulit kepala, dan punggung bawah.
Selain itu, penyakit psoriasis dapat menyebabkan gatal, nyeri, dan bahkan perubahan pada kuku dan sendi.
Seiring dengan perkembangan penelitian pada tahun 2025 saat ini beberapa terapi ditemukan untuk mengatasi masalah gejala yang timbul akibat penyakit Psirosis tersebut. Salah satu terapi yang ditemukan adalah Terapi Ikan.
Penelitian terbaru dari Teri shih tahun 2020 dari University of California Los Angeles USA menemukan terapi ikan yang dinamakan dengan Iktiotherapy atau pedikur ikan.
Iktiotherapy atau pedikur ikan merupakan bentuk bioterapi unik yang menggunakan spesies Garra rufa atau ikan dokter untuk mengelupas kulit dan berpotensi membantu penyembuhan penyakit, seperti psoriasis.
Praktik ini telah populer sejak asal-usulnya di Kangal Fish Spring di Turki; namun, masalah keamanan, terutama di antara pasien dengan gangguan kekebalan tubuh, masih ada.
Artikel ini mengulas manfaat dermatologis iktiotherapy yang telah dipelajari dan mekanisme kerja yang diteorikan. Termasuk kasus-kasus yang meneliti komplikasi infeksi dan noninfeksi dari prosedur ini.
| Fatwa di Era Algoritma: Tantangan Syariah Menghadapi AI |
|
|---|
| Kritik, Kekuasaan, dan Jalan Damai yang Dipertanyakan |
|
|---|
| Bencana Alam dan Pemasaran Sosial: Mengukur Niat Dibalik Aksi |
|
|---|
| Memahami Mewujudkan Kodifikasi dan Univikasi Hukum Pidana. |
|
|---|
| Keberhasilan bukan Kecepatan, Melainkan Konsistensi dalam Berproses, Sebuah Renungan di Awal 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/OPINI.jpg)