Profil dan Sosok

Sosok Epriyansah Anak Petani di Muba Jadi Lurah 26 Ilir Palembang

Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, berdiri sosok pemimpin yang sederhana dan dekat dengan masyarakatnya Epriyansah SIP MSi.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Mat Bodok
BERI KETERANGAN - Sosok Lurah 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Kota Palembang, Epriyansah SIP MSi, yang berawal dari tenaga honorer hingga menjadi seorang lurah, Jumat (2/5/2025) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Di balik hiruk pikuk kawasan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, berdiri sosok pemimpin yang sederhana dan dekat dengan masyarakatnya Epriyansah SIP MSi.

Siapa sangka, pria kelahiran Sekayu, 24 Juni 1976 ini, adalah putra seorang petani dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), sebuah daerah yang kini terasa dekat karena kiprahnya di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan.

Perjalanan Epriyansah hingga menduduki kursi Lurah 26 Ilir bukanlah jalan pintas. Sebelum menjadi abdi negara, ia sempat merasakan asam garam menjadi tenaga honorer.

Kegigihannya berbuah manis pada tahun 2007, ketika ia dinyatakan lulus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan ditempatkan sebagai Kasi Penyidik PPNS di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Muba.

Setelah beberapa tahun mengabdi di tanah kelahirannya, Epriyansah memiliki ambisi untuk berkarya di jantung Provinsi Sumsel.

Impian itu terwujud pada tahun 2017, ketika ia berkesempatan mutasi ke Palembang dan mengemban amanah sebagai Kasubag Umum Kepegawaian di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Puncaknya, pada tahun 2022, ia dilantik menjadi Lurah 26 Ilir, sebuah posisi yang diembannya dengan penuh dedikasi hingga saat ini.

Menikah dengan Emi Romiyanti, Epriyansah dikenal sebagai sosok pemimpin yang sabar, terbuka, dan memiliki sentuhan kemasyarakatan yang kuat.

Karakteristik ini menjadi modal penting dalam melayani warganya, terutama di kawasan padat penduduk seperti rumah susun (Rusun) dan sekitarnya.

"Untuk mengatur masyarakat di rumah susun (Rusun) dan sekitarnya perlu kesabaran yang ekstra, karena penduduk yang tinggal di sana selalu berpindah-pindah," ungkapnya, Jumat (2/5/2025). 

Isu kebersihan lingkungan menjadi salah satu fokus utama Epriyansah. Bersama dengan RT dan RW, Kelurahan 26 Ilir tak henti-hentinya mengedukasi warga untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Karena di wilayah 26 Ilir ini geografis yang tinggal di sana dibagian dataran tinggi, daratan. Dan tidak ada genangan air. Meskipun demikian, pihak selalu mengharapkan kepada masyarakat, remaja untuk meningkatkan kebersihan dimulai dari lingkungan kita sendiri," harapnya.

Kesuksesan Epriyansah tak lepas dari didikan kedua orang tuanya, H Ayub Bakir dan Hj Ayu Nona, petani sukses dari Sekayu.

Mengikuti jejak orang tuanya yang gemar berkebun, Epriyansah menamatkan pendidikan S1 Sarjana Ilmu Pemerintahan di Universitas STIA dan S2 Magister Sains di Universitas STIPOL Palembang.

 "Alhamdulillah dan bersyukur kedua orang tua saya masih ada. Dan saya mengikuti jejak orang tua yang hobby ke kebun dan menanam tanaman yang tentunya akan bermanfaat," ujarnya didampingi Sekretaris Lurah, Padelan Hasmi SH.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved