Kopi Sumsel

DJPb Sumsel Bantu Petani Kopi Tingkatkan Kualitas dan Akses Pembiayaan

DJPb Sumsel tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Sumsel Babel dalam skema kredit alat dan mesin pertanian.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
AUDIENSI - Manajemen Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post berfoto bersama Kepala Kantor Wilayah DJPb Sumsel Rahmadi Murwanto dan jajarannya di Kantor DJPb Sumsel, Selasa (29/4/2025) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas produk pertanian, khususnya kopi, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng sektor perbankan guna memberikan kemudahan akses pendanaan bagi para petani.

Kepala Kantor Wilayah DJPb Sumsel, Rahmadi Murwanto, mengungkapkan bahwa sebagian besar petani di Sumsel belum memandang usaha pertanian sebagai bisnis berorientasi pasar.

“Masyarakat masih banyak yang berpikir hasil kebun adalah rezeki semata dan dijual apa adanya. Seperti pada kopi, banyak yang masih mempraktikkan ‘petik pelangi’, padahal panen dengan metode ‘petik merah’ bisa memberikan nilai jual lebih tinggi,” ujar Rahmadi saat audiensi bersama Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, Selasa (29/4/2025).

Rahmadi menambahkan, selain edukasi pola panen, kualitas pengolahan pasca panen juga menjadi perhatian.

“Banyak petani masih menggunakan metode pengeringan tradisional. Padahal, kualitas bisa meningkat dengan penggunaan mesin pengering khusus,” jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, DJPb Sumsel tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Sumsel Babel dalam skema kredit alat dan mesin pertanian.

“Bunga kredit hanya 6 persen, sisanya disubsidi oleh pemerintah. Ini sedang dalam proses, dan kami sudah menyurati pihak Bank serta Gubernur Sumsel,” ungkap Rahmadi.

Ia berharap langkah ini bisa memperkuat posisi kopi Sumsel di pasar nasional bahkan global.

“Kalau hasil panen berkualitas dan sesuai standar, tentu lebih mudah dipasarkan. DJPb Sumsel siap mendukung penuh agar kopi Sumsel lebih dikenal luas,” tegasnya.

Dukungan terhadap sektor kopi ini juga sejalan dengan inisiatif Jelajah Kopi Sumsel yang digagas Tribun Sumsel bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel.

Kepala Newsroom Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, Yudie Thirzano, didampingi GM Bisnis MF Ririen Kusumawardhani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dimulai pada 8 Mei 2025 dan menyasar enam kabupaten/kota penghasil kopi utama: Muara Enim, Lahat, Pagaralam, Empat Lawang, OKU, dan OKU Selatan.

“Tujuan utama program ini adalah mendorong peningkatan ekonomi petani, pelestarian budaya lokal, serta edukasi tentang pentingnya metode ‘petik merah’.

Kami juga ingin membuka peluang bagi kopi Sumsel agar menjadi ikon kopi nasional,” ujar Yudie.

Dengan sinergi berbagai pihak, diharapkan Sumatera Selatan mampu bersaing di pasar kopi dunia dan menjadikan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah yang lebih kuat.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved