Wanita Dianiaya Depan Polsek Bukit Raya

8 Fakta Debt Collector Aniaya Wanita di Depan Polsek di Pekanbaru Viral, Kapolsek Bukit Raya Dicopot

Inilah 8 fakta debt collector aniaya wanita di depan Polsek di Pekanbaru berujung Kapolsek Bukit Raya dicopot.

Editor: pairat
Tribunpekanbaru.com/Palti Siahaan
DEBT COLLECTOR ANIAYA - Polda Riau melakukan konfrensi pers, Senin sore (21/4/2025) terkait penganiayaan sesama debt collector di Mapolsek Bukit Raya. Polda Riau angkat bicara terkait kabar simpang siur yang menyebut ada anggota kepolisian yang merupakan bagian debt collector saat penganiayaan sesama debt collector terjadi di halaman Mapolsek Bukit Raya, Pekanbaru. Berikut 8 fakta peristiwa peganiayaan oleh debt collector. 

SRIPOKU.COM - Berikut 8 fakta debt collector yang menganiaya wanita di depan Polsek di Pekanbaru viral hingga berujung Kapolsek Bukit Raya dicopot.

Sebelumya peristiwa penganiayaan menghebohkan warga Pekanbaru, pasalnya kejadian tersebut terjadi di depan Mapolsek Bukit Raya, Pekanbaru, Sabtu (19/4/2025) dini hari

Akibat pengeroyokan itu, seorang wanita mengalami luka-luka.

Korban yang bernama Ramadhani Putri (31) menyesalkan sikap anggota polisi  yang tidak bisa berbuat banyak ketika dirinya dikeroyok sejumlah debt collector.

Video kejadian tersebut viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria leluasa memukul satu unit mobil, ironisnya aksi itu dilakukan di halaman Mapolsek yang seharusnya menjadi tempat yang aman dari tindak kejahatan.

Inilah 8 fakta debt collector aniaya wanita di depan Polsek di Pekanbaru berujung Kapolsek Bukit Raya dicopot.

Tim Mapolsek Bukit Raya, Minggu (20/4/2025) di Pekanbaru.
PELAKU PENGANIAYAAN WANITA- Para terduga pelaku penganiayaan yang ditangkap Tim Mapolsek Bukit Raya, Minggu (20/4/2025) di Pekanbaru.

1. Duduk Perkara

Disampaikan Kapolsek Bukitraya, Kompol Syafnil, korban dan pelaku sama-sama debt collector dari kelompok yang berbeda.

Sebelumnya korban dan pelaku sempat bertemu di sebuah hotel untuk bernegosiasi mengenai penarikan mobil.

Mereka sama-sama hendak menarik satu unit mobil di hotel tersebut.

Saat itu, terjadi keributan di antara mereka terkait siapa yang berhak menarik mobil.

Keributan bisa diredakan karena dibantu petugas kepolisian yang ada di sekitar hotel.

Namun upaya damai yang dimediasi oleh anggota polisi tak membuahkan hasil. 

Usai dari hotel, para pelaku membuat janji ketemu dengan korban untuk menyelesaikan masalah ini pada Sabtu dini hari.

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved