Berita Palembang

Pemprov Sumsel Dorong Re-Operasional Kereta Api Kertalaya, Target Pertengahan Tahun 2025

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong re-operasional Kereta Api Kertalaya, rute dari Kertapati.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
KERTALAYA - KA Kertalaya saat tiba di Stasiun Kertapati, Rabu (23/11/2016). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong re-operasional Kereta Api Kertalaya, rute dari Kertapati (Palembang) tujuan Indralaya (Ogan Ilir). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong re-operasional Kereta Api Kertalaya, rute dari Kertapati (Palembang) tujuan Indralaya (Ogan Ilir).

Target Pemprov Sumsel, Kertalaya dapat kembali beroperasi pada pertengahan tahun ini.

Pj. Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, mengatakan bahwa re-operasional Kertalaya masih dibahas oleh Pemprov Sumsel bersama Ditjen Perkeretaapian, PT KAI, dan Universitas Sriwijaya (Unsri).

"Kita ingin mengaktivasi kembali rute kereta api Kertalaya (Kertapati-Indralaya) yang dulu pernah beroperasional untuk mahasiswa, usai Rapat Percepatan Memorandum of Understanding (MoU) Pengoperasian Kereta Api Mahasiswa Palembang-Indralaya (Kertalaya) di Ruang Command Center Kantor Gubernur Sumsel, Senin (17/2/2025)."

Menurutnya, Kertalaya pernah beroperasi pada tahun 2015. Untuk itu, akan kembali dioperasionalkan seperti dahulu.

Bahkan, tidak sebatas re-operasional, layanan kereta api bagi mahasiswa ini juga akan dikembangkan dengan memperpanjang trase (rel kereta) sampai masuk ke dalam kampus.

Seperti kampus-kampus lain, kereta apinya langsung masuk kampus.

Namun, untuk pengembangan ini masih membutuhkan banyak kajian, sehingga akan difokuskan dulu pada operasional kembali kereta api rute Kertalaya.

"Kita akan review kembali kesepakatan yang dulu ada, tetapi tidak diperpanjang, dan kita buat lagi dan disiapkan. Semoga dalam waktu dekat ini segera dilakukan pelayanan kembali," katanya.

Elen mengatakan, kereta api yang akan digunakan untuk melayani rute Kertalaya ini nanti menggunakan kereta api dari Jawa. Mereka sedang menginventarisir, dan ini dimungkinkan karena ada kereta api di Jawa yang bisa dibawa ke sini.

Sedangkan untuk feeder (transportasi penghubung) yang juga menjadi kebutuhan untuk ke stasiun Kertapati ataupun Indralaya, maka ini akan dikaji dulu.

"Sebelumnya ada feeder bantuan dari CSR, tapi ini akan kita sediakan juga feeder-nya," katanya.

Ditegaskan Elen, bahwa kebutuhan akan re-operasional Kereta Api Kertalaya ini sangat mendesak (urgent) karena banyak faktor, mulai dari jumlah mahasiswa yang makin hari meningkat, kebutuhan angkutan yang nyaman dan aman, hingga menekan angka tingkat kecelakaan ke kampus.

"Layanan ini nanti tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga tenaga akademis dan lainnya. Semoga ini jadi solusi kebutuhan untuk angkutan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Arinarsa, menambahkan, re-operasional kereta api tujuan Kertalaya menjadi fokus untuk diaktivasi, karenanya Pemprov Sumsel didukung stakeholder terkait seperti Unsri mendorong untuk melakukan upaya percepatan melalui MoU dengan Ditjen Kereta Api dan PT KAI ini.

"Target kita kalau bisa pada pertengahan tahun ini sudah bisa operasional lagi untuk Kereta Api rute Kertalaya ini," katanya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved