Jalan Palembang TAA Banyuasin Macet

Sudah 2 Hari Jalan Palembang-TAA Banyuasin Macet Total, Warga Tuntut Solusi dan Jalur Alternatif

Lumpuh 2 Hari! Macet Palembang-TAA merambat ke Simpang Bandara. Warga tuntut jalur alternatif dan petugas di lokasi proyek.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Odi Aria
Tangkapan layar Instagram/@Banyuasindaily
Macet Total - Jalan Palembang-TAA macet total, Sabtu (11/4/2026). Arus lalu lintas tersebut dikabarkan sudah hari alami kemacetan sejak, Jumat (10/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kemacetan ekstrem di jalur Palembang–Tanjung Api-Api (TAA) memasuki hari kedua, merambat hingga Simpang Bandara SMB II dan membuat pengguna jalan frustrasi
  • Kondisi ini diperparah oleh proyek perbaikan jalan yang kosong tanpa pekerja maupun petugas, sehingga banyak sopir nekat melawan arus dan arus lalu lintas terkunci total
  • Warga menuntut solusi nyata berupa jalur alternatif dan kehadiran petugas di lapangan agar risiko kecelakaan dapat dicegah

SRIPOKU.COM - Kesabaran pengguna jalan yang melintasi jalur Palembang - Tanjung Api-Api (TAA) benar-benar berada di titik nadir.

Memasuki hari kedua, Sabtu (11/04), kemacetan ekstrem yang semula berpusat di area proyek perbaikan jalan kini mulai "memakan" jalur lain hingga merambat ke arah Simpang Bandara SMB II Palembang.

Kegelisahan warga pun tumpah ke media sosial. Sejumlah akun seperti @banyuasindaily dan @sumsel.keras terus dibanjiri laporan dari masyarakat yang terjebak berjam-jam dalam lumpuhnya arus lalu lintas.

Baca juga: Breaking News: Jalan Palembang-TAA Banyuasin Macet Total, Kendaraan Mengular Hingga Simpang Bandara

Pantauan di lapangan sejak Jumat, (10/04) kemarin, menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan.

Jalan yang tengah dikerjakan tampak kosong tanpa aktivitas pekerja maupun petugas pengatur lalu lintas. 

Kekosongan ini menjadi pemicu utama kekacauan, di mana banyak sopir nekat melawan arah demi menembus antrean.

Alih-alih lancar, aksi serobot ini justru membuat arus terkunci total karena kedua sisi jalan kini dipenuhi kendaraan pribadi hingga truk logistik bermuatan besar.

Tuntutan Jalur Alternatif Menguat

Bagi para "pejuang rejeki" dan pekerja kantoran yang setiap hari bergantung pada jalur ini, kondisi ini dianggap sudah tidak masuk akal.

Hingga Sabtu, (11/04) warga pun mulai bersuara keras menuntut tanggung jawab pelaksana proyek dan pihak terkait melalui media sosial.

"Yang punya pekerjaan galian seharusnya kasih solusi jalan alternatif," tulis salah satu netizen dengan nada kecewa.

Saran-saran praktis pun muncul dari sesama pengguna jalan, mulai dari beralih menggunakan LRT bagi yang ingin menuju bandara, hingga permohonan tulus agar perbaikan jalan segera diselesaikan sebelum jatuh korban jiwa.

"Tolong Bapak-bapak, jangan sampai ada korban kecelakaan lagi. Jalan ini cuma satu-satunya, mobil besar semua. Kami sudah dua minggu merasakan kondisi seperti ini, capek sekali," keluh seorang pekerja yang menyebut dirinya sebagai "budak corporate" dalam kolom komentar.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved