Pelajar SDIT Al-Furqon Palembang Menyulap Sampah Menjadi Produk Bermanfaat
Siswa SDIT Al-Furqon Palembang mulai dikenalkan pada kepedulian lingkungan sejak dini dengan mengolah sampah jadi produk bermanfaat.
Penulis: Rachmad Kurniawan Putra | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Furqon Palembang mulai dikenalkan pada kepedulian lingkungan sejak dini.
Melalui presentasi kegiatan kokurikuler, Kamis (30/4/2026), puluhan siswa mempresentasikan berbagai karya dari sampah menjadi produk bernilai ekonomis.
Pengamatan di lapangan, macam-macam karya kreasi yang dilakukan siswa, seperti botol plastik yang diubah menjadi toples, kardus menjadi wadah tisu, gelas minuman menjadi kanvas bunga, dan lain-lain.
Setiap kelompok siswa terdiri atas lima orang didampingi masing-masing gurunya maju ke depan dan menjelaskan proses pembuatan serta kegunaan dari hasil karyanya.
Baca juga: Pusri Gelar Edukasi Pilah Sampah dan Aksi Bersih Kampunh Sehati Perdana di Kelurahan Satu Ilir
Ketua Gelar Karya Kokurikuler SDIT Al-Furqon, M. Andriansyah, mengatakan, kokurikuler bertujuan agar siswa peka terhadap lingkungan dan memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang dengan membiasakannya sejak kecil.
"Tujuan kita supaya siswa mau berkontribusi terhadap lingkungan, ketika bertemu sampah mereka bisa membuang pada tempatnya. Dan presentasi ini adalah bagaimana aksi mereka terhadap cara pembuatan untuk sampah yang mereka gunakan," ujar Andriansyah.
Tema yang diambil sekolah ramah lingkungan dalam pembelajaran.
Ia menegaskan pihak sekolah turut berperan dalam mengajarkan siswa untuk peduli lingkungan sejak dini.
"Kita selalu mengajarkan siswa peduli dengan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Dengan kepedulian sejak dini, kami harapkan mereka tidak membuang sampah secara sembarangan," katanya.
Dzubair, salah satu siswa perwakilan kelas I Mus’ab bin Umair, menyampaikan dalam presentasi hasil daur ulang sampah menjadi produk yang bermanfaat.
Baca juga: Satu Ton Sampah Diangkut dari Sungai Musi, Pemkot Palembang Berlakukan Denda Mulai Mei
"Kami membuat dua produk, yaitu dari botol plastik bekas minuman yang dijadikan toples dan kardus bekas menjadi tempat tisu," ujarnya saat presentasi.
Ia menjelaskan, proses pembuatan dilakukan secara bertahap, mulai dari memotong bahan hingga menghias agar memiliki nilai guna dan menarik.
"Botol plastik dipotong lalu dihias dengan kertas dan manik-manik sampai jadi toples. Kardus juga dipotong, dibentuk, lalu dihias sampai bisa jadi tempat tisu," jelasnya.
| Konsisten Dampingi Korban Perempuan dan Anak, Dr. Conie Pania Putri Diganjar Penghargaan |
|
|---|
| Penerbangan Haji Embarkasi Palembang Pakai Boeing 777-300 ER, Transit di Kualanamu untuk Isi Avtur |
|
|---|
| Fakta Oknum Dishub Viral Dikerumuni Sopir Truk di Pintu Tol Pemulutan, tak Kantongi Surat Tugas |
|
|---|
| Bertahan di Tengah Gempuran Marketplace, Pasar 16 Ilir Tetap Jadi Primadona Belanja Offline |
|
|---|
| Instagram Dishub Palembang Diserbu Netizen Usai Video Keributan Sopir Truk dan Petugas di Pintu Tol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/limbahsampahsd.jpg)