Mata Lokal UMKM
Pandai Besi di Mandi Angin Ogan Ilir, Menjaga Api Warisan Leluhur
Di tengah hiruk pikuk Jalan Lintas Timur Palembang-Kayuagung, tepatnya di Desa Mandi Angin, Kecamatan Indralaya Selatan
Tayang:
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Agung Dwipayana
Mamad, pandai besi di Desa Mandi Angin saat melakukan aktivitas pembuatan parang, Senin (27/1/2025) pagi.
Dalam seminggu, pandai besi di Mandi Angin biasanya bekerja setiap hari. Namun, Mamad sendiri hanya bekerja dua kali seminggu karena kesibukannya berdagang.
Meskipun begitu, dalam sehari ia mampu menghasilkan 10 hingga 15 bilah parang atau peralatan tajam lainnya.
Hasil karya pandai besi Mandi Angin dijual melalui outlet di pinggir Jalintim Palembang-Kayuagung, serta pasar-pasar di Ogan Ilir, seperti Tanjung Raja, Kandis, Indralaya, hingga Kayuagung.
Harga parang bervariasi, mulai dari Rp 45 ribu hingga Rp 65 ribu, tergantung ukuran.
"Mandi Angin salah satu tempatnya pandai besi di Ogan Ilir. Selain mencari rezeki, tugas kami ya melestarikan warisan leluhur ini," pungkas Mamad, dengan nada bangga.
Tags
MataLokalUMKM
Desa Mandi Angin
pandai besi
Kecamatan Indralaya Selatan
Jalan Lintas Timur Palembang-Kayuagung
Muhammad Sulyanto
Berita Terkait: #Mata Lokal UMKM
| BUMDes Harapan Bunda Desa Keban Agung Kecamatan Semidang Aji Raih Omzet Rp 1,8 M |
|
|---|
| Sensasi Bakso Sumsum Pak Eko, Primadona Baru di Simpang Tiga Sekayu yang Bikin Rela Antre |
|
|---|
| Jejak Rempah Hikmah Fajar, Warisan Rasa Keluarga dari Palembang hingga Mancanegara |
|
|---|
| Aroma dari Ulu Ogan, Kisah Kopi Ulu Ayakh yang Menembus Pasar Nasional |
|
|---|
| Dari Ampas Kedelai Jadi Cuan, Haris Ubah Kebutuhan Pakan Jadi Usaha Produktif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Mamad-pandai-besi.jpg)