Pilkada Prabumulih 2024

Viral Pasca Pilkada Prabumulih, Mantan Calon Wawako Sita Komputer, Relawan Tagih Janji Honor

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan mantan calon Wakil Walikota Prabumulih nomor urut 2, Syamdakir Amrullah

Penulis: Edison Bastari | Editor: Yandi Triansyah
tangkapan layar
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan mantan calon Wakil Walikota Prabumulih nomor urut 2, Syamdakir Amrullah, menyita sejumlah komputer dari tempat tim relawannya, Kamis (16/1/2025) 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan mantan calon Wakil Walikota Prabumulih nomor urut 2, Syamdakir Amrullah, menyita sejumlah komputer dari tempat tim relawannya.

Aksi ini memicu perseteruan antara Syamdakir dan tim relawannya yang mengaku belum menerima honor yang dijanjikan selama masa kampanye Pilkada.

Menurut informasi yang beredar, Syamdakir mengklaim komputer-komputer tersebut adalah miliknya, dan ia memiliki bukti nota pembelian.

Sementara itu, para relawan menahan komputer tersebut sebagai jaminan atas honor yang belum dibayarkan, termasuk honor admin input data dan tim sukses atau koordinator pengumpul KTP.

Dalam video yang beredar, terlihat Syamdakir mengambil sejumlah komputer di tempat yang diketahui milik seorang relawan bernama Jhon.

Jhon meminta Syamdakir untuk membayar honor terlebih dahulu sebelum mengambil komputer tersebut.

Namun, Syamdakir berdalih bahwa urusan honor harus ditanyakan kepada mantan calon Walikota pasangannya.

"Maling barang ini, maling, notanyo ado, notanyo ado, barang aku ini," ujar Syamdakir dalam video tersebut, bersikeras bahwa komputer itu miliknya, Kamis (16/1/2025).

Perekam video, yang juga mantan tim sukses Syamdakir, membalas dengan meminta agar pembayaran honor tim sukses dan KTP yang telah dikumpulkan diselesaikan terlebih dahulu.

 "Bayar dulu pak Syamdakir, bayar, mana notanya, bayar dulu pak, bayar dulu pak, oy bayar dulu pak rombongan-rombongan ini," serunya.

Syamdakir kembali menegaskan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas pembayaran tersebut dan meminta agar para relawan menagih kepada mantan calon Walikota, Fikri.

"Apo yang nak ku bayar, tagih lah ke Fikri situ setelah itu Fikri ke aku, nak ngapo kau," katanya, bahkan mengancam perekam.

Perekam video juga menekankan sulitnya proses input data dan pengumpulan KTP, yang ironisnya tidak dihargai dengan pembayaran yang dijanjikan.

 "Bayar dulu pak Syam, oy pak syam, duit KTP bae dak tebayar, bayar pak syam," ujarnya.

Syamdakir menanggapi dengan mengatakan bahwa jika ada masalah, silakan dibawa ke pengadilan, karena ia yakin komputer tersebut adalah miliknya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved