Berita Lahat

Pedagang di Depan Balai Yasa Lahat Tetap Nekat Berjualan Meski Sering Dirazia

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat kembali menghadapi tantangan dalam menertibkan pedagang yang berjualan di Jalan Prof Dr Emil Salim

Tayang:
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Edhi Amin
Sejumlah pedagang yang berjualan di Jalan Prof Dr Emil Salim, tepatnya di depan Balai Yasa Lahat, Senin (13/1/2025) 

SRIPOKU.COM, LAHAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat kembali menghadapi tantangan dalam menertibkan pedagang yang berjualan di Jalan Prof Dr Emil Salim, tepatnya di depan Balai Yasa Lahat.

Meskipun telah sering dirazia, para pedagang tetap kembali berjualan di lokasi yang juga merupakan salah satu titik penilaian Adipura tersebut.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Lahat, Herry Kurniawan, melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Herwan Sutandi SE MM, mengakui bahwa pedagang buah di depan Balai Yasa Lahat sangat sulit diatur. 

Pihaknya telah berulang kali memberikan peringatan hingga tindakan tegas berupa pembongkaran lapak, namun tak lama kemudian pedagang kembali ke lokasi semula.

"Untuk tahun ini, memang belum kita berikan peringatan lagi. Kita juga tengah mencari solusi, agar pedagang mau pindah tak lagi berjualan di lokasi tersebut," ujar Herwan Sutandi, Senin (13/1/2025).

Pemkab Lahat sebenarnya telah berupaya memberikan solusi relokasi kepada para pedagang buah di depan Balai Yasa.

Sejak tahun 2022, pedagang telah ditawarkan untuk pindah ke Pasar Kangkungan Lahat, sebelum lokasi tersebut digunakan sebagai venue cabang olahraga karena pasar tersebut sepi pedagang. Namun, upaya relokasi ini belum membuahkan hasil.

"Nanti akan dirapatkan dahulu, karena di sisi luar jalan itu taman milik Balai Yasa Lahat. Untuk relokasi pedagang, itu bukan ranah kita. Kita (Satpol PP) sebagai penegak Perda tugasnya memberikan back up, sebagai eksekutor dalam penertiban," jelas Herwan.

Saat ini, Lahat telah memiliki pasar buah khusus yang berlokasi di sisi kanan Pasar Lematang Lahat. 

Keberadaan pasar buah ini dinilai dapat menjadi lokasi alternatif bagi pedagang buah di depan Balai Yasa untuk tetap berjualan dengan tertib.

"Manfaatkan saja lokasi pasar buah itu untuk berdagang, jadi tidak perlu lagi sampai harus memakan bahu jalan. Selain buat jalan terlihat kotor, terkadang sampai sebabkan macet," ucap Rina, seorang pengendara yang melintas di depan Balai Yasa Lahat.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved