Kilas Balik 2024
5 Kasus Pembunuhan Sadis di Sumsel Tahun 2024: Siswi SMP Tewas Dirudapaksa Hingga Adik Ipar Diracun
Di sepanjang tahun 2024 terdapat sejumlah kasus pembunuhan sadis yang terjadi di kabupaten/kota di Sumsel.
Usai 18 hari dinyatakan hilang sejak Sabtu (8/6/2024), kini Rabu (26/6/2024) Anton ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Tragisnya, Anton ditemukan terkubur di halaman belakang sebuah distro pakaian "Anti Mahal" yang berlokasi di Jalan KH dahlan blok D2 Maskarebet Sukarami, Rabu (26/6/2024).
Dari laporan pihak keluarga di kepolisian, Satreskrim Polrestabes Palembang langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap satu tersangka.
Dari pengakuan tersangka inilah diketahui jasad Anton Eka Saputra dikubur di belakang Ruko distro yang ada di perumahan Maskarebet, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Motif pembunuhan Anton Eka Saputra pegawai koperasi yang tewas dibunuh dan jasadnya dicor di belakang distro di kawasan Maskarebet, Kota Palembang, karena sakit hati.
Anton Eka Saputra menjadi korban pembunuhan oleh tiga orang pelaku di sebuah distro di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.
Korban dihabisi oleh tiga orang pelaku yakni Antoni bos distro merupakan pelaku utama, Pongky Saputra dan Kelvin alias Kevin yang masuk keponakan istri dari Antoni.
Dua pelaku sudah diberhasil dibekuk. Antoni diamankan tim gabungan di Padang, Sumatera Barat sedangkan Pongky ditangkap di Batam.
Untuk Kevin masih buron dan dalam pengejaran pihak kepolisian.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono mengatakan, motif pembunuhan ini karena sakit hati dipicu utang piutang.
Diketahui Antoni memiliki utang sebesar Rp 5 juta kepada koperasi tempat korban bekerja.
Namun utang itu membengkak hingga Rp 24 juta.
"Singkatnya utang itu membengkak menjadi Rp 24 juta, bunga itu yang akhirnya timbul kekecewaan dan pada akhirnya terjadi perdebatan dan berujung pemukulan serta pembunuhan,' kata Kapolrestabes Palembang, Senin (1/7/2024).
3. Siswi SMP Tewas Dirudapksa Remaja
Berikut kronologi lengkap siswi SMP ditemukan tewas dan dirudapaksa oleh empat remaja di TPU Talang Kerikil Palembang, Minggu (1/9/2024).
Diketahui keempat pelaku yang tega mengahabisi nyawa AA adalah IS (16), AS (12), MZ (13), dan MS (12). Keempat pelaku ini masih berstatus di bawah umur.
Keempat pelaku tersebut sudah ditetapkan oleh Polrestabes Palembang pada, Rabu (4/9/2024) kemarin.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono didampingi Dirkrimum Polda Sumsel Kombes M Anwar Reksowidodo, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
Dimana peristiwa ini berawal adanya pagelaran kuda lumping yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
Keempat tersangka itu yakni IS (otak pembunuhan), MZ, NZ dan AS. Mereka bertemu AA saat menonton kuda lumping.
"Awalnya ada kuda lumping di kawasan itu lalu N (teman wanita korban), mengajak korban untuk nonton kuda lumping," ungkap Harryo.
Saat itu korban dan N berjanji bertemu di tempat pergelaran kuda lumping. Lalu korban bertemu dengan 4 pelaku dan salah satunya adalah pelaku IS, remaja yang jatuh hati dengan korban.
Namun diketahui cinta IS terhadap AA bertepuk sebelah tangan, korban menolak cinta IS.
"Usai bertemu disana, kemudian Korban diajak ke pembakaran mayat (krematorium) sapurna. Disanalah pelaku IS dan tiga melakukan penganiayaan terhadap korban, dan rudapaksa," katanya.
Dijelaskan Haryyo, IS melakukan penganiayaan dengan cara menyekap korban dengan kedua tangannya sambil melakukan rudapaksa terhadap korban.
Sedangkan tiga temannya memegangi tangan dan kaki korban. Alhasil korban pun kekeringan oksigen dan meninggal dunia.
"Dari tempat tersebut kembali, korban digotong (angkat-red) ke empat pelaku menuju TKP ke dua TPU Talang Kerikil.
Disana dengan posisi sudah meninggal dunia korban pun dirudakpasa kembali oleh rekan rekan korban," bebernya.
4. Penembakan Pria di Muba
Warga Jalan Kopral Hanafiah Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dihebohkan dengan kejadian tewasnya seorang pria diduga ditembak pada Kamis (21/11/2024) sekitar pukul 08.50 WIB.
Korban diketahui bernama Angga bin Iyan yang ditemukan bersimbah darah di depan Loket PLN Sekayu.
Dari pantauan dilapangan korban tergeletak di lantai mengenakan celana jins hitam dan kos hitam serta ada uang lembaran seratus ribuan dan Rp10 ribu berceceran di samping kiri korban.
Tidak hanya itu saja, darah korban juga tampak memenuhi loket pelayanan PLN yang berada di Sekayu tersebut.
Tewasnya korban tersebut membuat heboh masyarakat sekitar karena saat situasi pagi memang cukup sepi.
"Kurang tahu kejadiannya seperti apa pak. Tapi saya lihat warga sudah ramai berkumpul dan melihat ada korban sepertinya dia tertembak karena ada luka di kepala,"ujarnya masyarakat sekitar.
Menurut informasi, korban ditemukan pada saat ingin melakukan pembayaran listrik di loket PLN Sekayu tersebut.
Identitas korban yakni Angga Murina (36) warga Jalan Merdeka LK.IV Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu. Korban juga dikenal sebagai seorang pemain bola yang pernah tergabung dalam klub SYSA Muba dan Persimuba.
Kapolres Muba AKBP Listiyono Dwi Nugroho mengatakan, usai mendapatkan laporan aksi penembakan tersebut anggota Polsek Sekayu beserta Satreskrim Polres Muba langsung mendatangi TKP.
"Kronologis kejadian saat itu korban datang ke loket pembayaran PLN menggunahkan Motor Suzuki Smash Warna Hitam tanpa plat. Korban hendak melakukan pembayaran tagihan PLN saat itu," ujarnya.
Tiba-tiba datang orang tidak dikenal (OTD) langsung melakukan penembakkan menggunahkan senjata api. Warga pun heboh dan langsung melaporkan kejadian tersebut Ke Polsek Sekayu.
5. Adik Ipar Tewas Diracun
Kematian tragis ANF, seorang pelajar SMP Muhammadiyah berusia 13 tahun masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga, khususnya M Yusuf (58) yang tinggal di Jalan Panca Usaha Lorong Wakaf IV, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang.
Rumah duka dipenuhi pelayat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa pada Kamis (19/12/2024) siang.
Menurut penuturan M Yusuf ayah korban, anaknya tewas setelah mengikuti tantangan minum jamu yang digelar oleh RK (19) yang tak lain adalah adik iparnya.
Diketahui, jamu yang diberikan kepada ANF ternyata telah dicampur dengan zat berbahaya yang disebut "putas". Hal ini diungkapkan langsung oleh M Yusuf kepada Sripoku.com.
"Benar, dari keterangan tersangka RK, jamu yang diberikan kepada anak saya memang dicampur dengan putas," ujar Yusuf, Kamis (19/12/2024).
Ketika ditemui di Polrestabes Palembang, RK yang mengenakan baju tahanan dan masker hitam terlihat menundukkan kepalanya dan mengungkapkan penyesalannya atas perbuatannya.
"Nyesal aku, pak," ujarnya sambil tersenyum..
RK mengaku bahwa perbuatannya ini dipicu oleh perlakuan kasar dari korban. Selama beberapa hari terakhir, RK sering dihina oleh korban dengan kata-kata seperti "lonte".
"Sumpah, saya tidak ada niat membunuh, pak. Saya hanya ingin menyakiti badan adik ipar saya saja. Saya tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi," jelas RK.
RK juga mengungkapkan bahwa sejak menikah dengan YD, ia merasa tidak mendapatkan dukungan dari keluarga suaminya, yang membuatnya tertutup.
"Tidak ada dukungan dari keluarga suami, karena itu saya jadi tertutup," katanya.
Ketika ditanya mengenai hubungan dengan suami, RK mengatakan tidak ada masalah besar, hanya pertengkaran kecil yang biasa terjadi dalam rumah tangga.
"Tidak ada masalah pak, hanya saja soal ribut-ribut kecil. Suami saya matanya jelalatan, jadi saya harus mempercantik diri agar suami saya tidak jelalatan," ungkapnya.
RK kemudian meminta maaf kepada keluarga suaminya atas perbuatannya.
"Jujur saya tidak ada niat ingin membunuh. Sekali lagi, saya meminta maaf. Saya meminta maaf sebesar-besarnya, " tuturnya.
| Sepanjang Tahun 2024 Ada 557 Pekerja di Sumsel yang Mengalami PHK |
|
|---|
| 115 Bencana di Sumsel Sepanjang 2024, Didominasi Banjir hingga Puting Beliung |
|
|---|
| 3 Kasus Korupsi di Banyuasin 2024, Kejari Banyuasin Selamatkan Kerugian Negara Capai Rp 600 Juta |
|
|---|
| 68 Orang Tewas Kecelakaan di Ogan Ilir Sepanjang Tahun 2024 |
|
|---|
| 2 Kasus Pembunuhan di PALI yang Menonjol Sepanjang Tahun 2024, 1 Kasus Belum Terungkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Kolase-foto-5-Kasus-Pembunuhan-Sadis-di-Sumsel-Tahun-2024.jpg)