Berita Palembang

Sepanjang 2024, Dinas PPPA Mencatat Ada 460 Kasus Kekerasan pada Perempuan di Sumsel

"Di 2024 ada 460 kasus kekerasan pada perempuan dan 488 korban yang terjadi pada perempuan, anak-anak," kata Kepala Dinas PPPA Sumsel Fitriana

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Dokumen Pemprov Sumsel
Kepala Dinas PPPA Sumsel, Fitriana 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mencatat kasus kekerasan pada perempuan pada tahun 2024 ada 460 kasus di Sumsel.

"Di 2024 ada 460 kasus kekerasan pada perempuan dan 488 korban yang terjadi pada perempuan, anak-anak," kata Kepala Dinas PPPA Sumsel Fitriana, Jumat (6/12/2024).

Menurutnya, angka kasus ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan. Namun angka pastinya ia tak menyebutkan untuk tahun sebelumnya. 

"Faktornya karena didorong kebebasan berbicara, media sosial banyak yang berani bicara sehingga mendorong para perempuan bicara terkait yang dialami. Sedangkan penyebabnya ada karena perselingkuhan, kurang komunikasi, gagal menghargai pasangan, masalah keuangan, dan lain-lain," katanya.

Menurutnya, isu terkait kekerasan dan kesetaraan gender masih menjadi perhatian bersamaan dengan peringatan hari ibu ke 96 Tahun ini.

Sebab inilah yang menjadi penting perempuan harus berdaya, baik di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial. 

"Ketika perempuan berdaya, maka Insya Allah akan terbebas dari kekerasan. Karena banyak kasus kekerasan yang terjadi karena perempuan lemah secara ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya," katanya.

Menurutnya, Ketika perempuan hanya bergantung pada seseorang yang akan menimbulkan kekerasan, maka ini akan berulang.

Ketika perempuan mandiri secara ekonomi, maka tidak akan takut ketika terjadi kekerasan untuk melapor ke pihak berwajib.

Maka itu, dalam momen rangkaian peringatan Hari Ibu (HPI) ke 96 Tahun telah diisi dengan berbagai kegiatan baik pelatihan yang di fokuskan pada kelompok rentan, kunjungan ke lapas wanita, bantuan kelompok rentan, workshop terkait dengan kesetaraan gender dan lain-lain.

"Berkaitan dengan Tema peringatan hari ibu ke 96 "Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Emas 2045".

"Artinya kita menyapa sesama perempuan, bersinergi, saling bersilaturahmi, dan jangan ada pembiaran juga ketika ada kekerasan pada perempuan," katanya.
 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved