Pilgub Sumsel 2024

Tim Matahati Siapkan Data Bakal Lapor ke Bawaslu, Tuding Ada Dugaan Politik Uang di Pilgub Sumsel

Laporan yang bakal dilayangkan tim Matahati tersebut terkait dugaan adanya politik uang di Pilgub Sumsel 2024.

|
Penulis: Odi Aria | Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM / Linda Trisnawati
Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya dan Anita Noeringhati (Matahati) saat di KPU Sumsel 2024, Kamis (29/8/2024). Tim Matahati berencana melapor ke Bawaslu terkait dugaan politik uang di Pilgub Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Tim Mawardi-Anita Noeringhati (Matahati) berencana melapor ke Bawaslu Sumsel.

Laporan yang bakal dilayangkan tim Matahati tersebut terkait dugaan adanya politik uang di Pilgub Sumsel 2024.

Hal tersebut ditegaskan oleh Juru Bicara Matahati, Permana saat dijumpai di kediaman Mawardi Yahya di Palembang, Kamis (28/11/2024).

Menurutnya, pihaknya menerima banyak dugaan laporan terkait money politics. Mayoritas laporan pelanggaran yang disampaikan tim di lapangan diduga dari Paslon 01 dan 02 ada money politics.

"Mayoritas dugaan pelanggaran hasil tim di lapangan dari Paslon 01.

 Laporan banyak soal money politics, siraman itu cukup membuat dahaga, bagi masyarakat ditengah kondisi seperti ini," katanya.

Untuk itu tim Matahati saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk pelaporan yang akan disampaikan ke Bawaslu.

Pelaporan yang disampaikan, sesuai dengan ketentuan di saat Pilkada.

"Laporan terkait dugaa pelanggaran money politics, penyelenggara yang melakukam TSM (terstruktur, sistematis dan masif) dan dugaan lainnya," katanya

Terkait hasil hitung cepat, paslon Matahati belum kibarkan bendera putih alias menyerah meski hasil quick count atau hitung cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) menangkan pasangan nomor urut 1, Herman Deru-Cik Ujang (HDCU) unggul di Pilkada Sumsel 2024 dengan meraih 73,55 persen suara. 

Kemudian pasangan nomor urut 2 Eddy Santana Putra dan Riezky Aprilia mendapatkan 14,26 persen suara. 

Sementara itu, pasangan nomor urut 3 Mawardi Yahya dan R.A. Anita Noeringhati (Matahati) mendapatkan 12,19 persen suara.

Permana menegaskan, pihaknya masih menunggu laporan C1 dari 17 Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel dengan jaringan yang ada secara internal.

"Kita masih menunggu real count hitungan internal yang ada dan datanya baru masuk 82 persen.

Masih ada beberapa kabupaten/kota yang belum masuk datanya seperti Lahat," kata Permana.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved