Pilkada Palembang 2024

Bereskan Persoalan Banjir di Palembang, RDPS Bakal Perbanyak Kolam Retensi

Calon Walikota Palembang Ratu Dewa akan memperbanyak keberadaan kolam retensi, untuk mengatasi persoalan banjir di Palembang.

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
handout
Calon Walikota Palembang Ratu Dewa saat meninjau daerah rawan banjir di Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Senin (4/11/2024). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Calon Walikota Palembang Ratu Dewa akan memperbanyak keberadaan kolam retensi, untuk mengatasi persoalan banjir di Palembang. 

Banjir menjadi perhatian pasangan Ratu Dewa-Prima Salam (RDPS), bahkan persoalan tersebut sudah dituangkan di dalam program kerja mereka. 

Ratu Dewa, mengatakan ada 2 faktor permasalahan banjir di Palembang ini. Yakni, faktor alam dan faktor manusia. 

"Konkretnya untuk masyarakat kita akan memberikan edukasi agar tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai dan jalan," kata Dewa usai meninjau daerah rawan banjir di Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Senin (4/11/2024).

Tak kalah pentingnya juga memberikan edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan. Khususnya di saluran air maupun sungai.

Adapun program lainnya dari RDPS yakni idealnya di tiap kelurahan ada kolam retensi untuk serapan air. Minimal di daerah-daerah yang rawan banjir.

Kemudian, dengan melalukan pelebaran anak sungai. Di mana saat ini ada sekitar 114 anak sungai yang telah mengalami penyempitan sehingga menghambat aliran air. 

Sedangkan di zaman dulu di Palembang ini terdapat sekitar 720 anak sungai. Artinya saat ini sudah lebih dari separuhnya anak sungai yang hilang.

"Termasuk juga akan dilakukan pengangkatan sedimentasi sungai. Semua itu merupakan garis besar program prioritas RDPS ke depan dalam mengatasi permasalahan banjir," kata paslon nomor urut 2 ini.

Sementara dalam peninjauannya di lokasi rawan banjir Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Ratu Dewa, menyebut permasalahannya adanya penyempitan drainase.

Temuan di lapangan didapati juga saluran air atau parit dari rumah-rumah warga tidak jalan. Sehingga paling tidak perlu dilakukan pelebaran drainase dan pengangkatan sedimentasi sehingga tidak terjadi genangan lagi.

"Meski saya tidak lagi dalam bagian pejabat Pemkot, tapi kami nanti akan meminta bantuan kepada Pak Pj Wali Kota Palembang dalam hal ini dinas terkait agar dapat melihat langsung ke lokasi," pungkasnya

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved