Pilgub Sumsel 2024
Mawardi Sebut tak Ada Pembangunan 5 Tahun Terakhir, ESP Soroti IPM Sumsel Terendah No 2 se-Sumbagsel
Berikut rangkuman debat perdana Pilgub Sumsel Novotel Hotel Palembang pada, Senin (28/10/2024).
Penulis: Arief Basuki | Editor: Odi Aria
"Pertanyaan saya soal pendidikan yang bobrok belum bapak jawab," kata Eddy Santana.
Herman Deru KLaim Bangun 11 Stadion
Mawardi Yahya dan Herman Deru terlibat silang pendapat di debat publik pertama Pilgub Sumsel 2024, Senin (28/10/2024) malam.
Momen itu terjadi saat memasuki debat sesi bertanya dan sanggahan dari paslon.
Seperti pertanyaan calon Gubernur Sumsel nomor urut 3 Mawardi Yahya (MY) yang bertanya kepada calon Gubernur nomor urut 1 Herman Deru (HD) .
Mengingat keduanya, pada periode 2018-2023 sama-sama memimpin Sumsel sebagai Gubernur (HD) dan Wakil Gubernur (MY) saat itu.
Mawardi dalam pertanyaannya jika tentunya semua calon memiliki komitmen bersama akan melibatkan pihak- pihak swasta dalam membantu pembangunan swasta, sebab tanpa ada komitmen dari pemerintah provinsi kepada pihak swasta tidak mungkin APBD yang ada mampu untuk membiayai seluruh harapan masyarakat dan pembangunan yang ada.
Mantan Wakil Gubernur Sumsel ini pun mencontohkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang kaya akan minyak, sehingga perusahaan besar yang mendapatkan sumber daya alam tersebut harus memberikan peran membantu daerah itu untuk pembangunan.
Menyikapi hal tersebut HD memberikan tanggapan, dimana jika berbicara partisipasi pihak swasta tentu harus ada servis yang baik bagi investor yang menanamkan modalnya di Sumsel.
"Ada hal penting lainnya dari partisipasi warga itu sendiri, misalnya kedisiplinan membayar pajak dan tentunya hal ini bisa membantu pembangunan. Saya tidak bertanya tapi menanggapi saja, " kata HD.
Disisi lain calon Gubernur Sumsel Eddy Santana Putra (ESP) sempat mempertanyakan selama lima tahun, apakah ada pembangunan pihak swasta yang monumental di Sumsel kedepan atau yang akan datang.
Mendapat tanggapan dan pertanyaan cagub lain, MY menjawab dengan santai dan lugas.
"Tanggapan bagi HD untuk pemasukan daerah dan itu wajib, tapi harapan kita ada undang- undang CSR, saatnya mengeluarkan CSR nantinya pembangunan di daerah di tempat usaha berdiri, " jelasnya.
Sedangkan untuk kerjasama pembangunan dengan pihak swasta selama ini dengan pemprov Sumsel diakuinya tidak ada.
"Saya kira semenjak untuk kerjasama pembangunan bersama pihak swasta bersama pemerintah provinsi, saya kira selama lima tahun ini tidak ada kecuali di zaman pak Alex Noerdin untuk fasilitas olahraga, " capnya.
Jelang Pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel, HDCU Tunggu Undangan dari Istana |
![]() |
---|
DPRD Sumsel Sahkan HDCU Sebagai Cagub dan Wagub Terpilih Periode 2025-2030 |
![]() |
---|
Usai Ditetapkan Gubernur Sumsel Terpilih, HDCU Bentuk Tim Transisi Sinkronkan Program Pemprov Sumsel |
![]() |
---|
KPU Serahkan Hasil Pilgub Sumsel ke DPRD, Pelantikan HDCU Tunggu Pusat |
![]() |
---|
Ditetapkan Jadi Gubernur dan Wagub Sumsel Terpilih, HD : Kemenangan Masyarakat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.