Pilgub Sumsel 2024

Cagub Sumsel Dinilai Bijak Sikapi Pertanyaan dan Kritikan di Debat Perdana

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Nur Aslamiah Supli BIAM. M. SC mengatakan

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Syahrul Hidayat
Debat Pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Tahun 2024 di Ballroom Novotel Palembang, Senin (28/10/2024). Paslon 1, Herman Deru-Cik Ujang, Paslon 2 Eddy Santana Putra-Riezky Aprilia, Paslon 3 Mawardi Yahya-Anita Noeringhati menyampaikan visi misi mereka. SYAHRUL HIDAYAT 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Nur Aslamiah Supli BIAM. M. SC mengatakan, debat perdana pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan sikap bijak para calon pemimpin Sumsel lima tahun ke depan.

Dimana menurut Nur, para calon gubernur terlihat bijak menyikapi pertanyaan dan kritikan yang diberikan calon lain kepadanya. 

"Yang menarik dari debat semalam, reaksi terhadap serangan dan kritik tiap kandidat, merespons dengan pendekatan bijak dan tenang. Ini memberikan kesan kepada pemilih, tentang stabilitas dan kepercayaan diri masing-masing, " kata Nur, Selasa (29/10/2024). 

Debat publik pertama Pilgub Sumsel 2024 digelar di Hotel Novotel Palembang, Senin (28/10/2024) malam. 

Dalam debat pertama ini, mengambil tema 'Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Memajukan daerah dan Membangun bangsa'. 

Sedangkan sub tema debat terdapat 9 poin yang telah disusun tim. Yaitu Pengentasan kemiskinan dan stunting dalam peningkatan indeks pembangunan manusia, Konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan antar kabupaten kota yang berkualitas dan merata. 

Ketiga, Penguatan inovasi dan alternatif pembiayaan pembangunan dalam peningkatan kemandirian ekonomi, Inovasi dan hilirisasi pertanian perkebunan yang berkelanjutan dalam meningkatkan ketahanan sosial budaya dan ekologi menuju kemandirian pangan. 

Kelima, Pembangunan ekonomi hijau, bio industri dan kawasan industri dalam menjawab transisi energi, Optimalisasi feformasi birokrasi untuk peningkatan sumber daya aparatur dan pelayanan publik yang berkualitas melalui digitalisasi pemerintahan. 

Ketujuh, Menjamin toleransi kehidupan beragama dalam mempertahankan zero konflik yang berkelanjutan. 

Delapan, Pengembang seni budaya, olahraga, pariwisata sangat ekonomi kreatif dalam menguatkan kemandirian lokal. Terakhir, Pemberdayaan gender, pemuda (generasi milenial dan gen z) dalam peningkatan saya saing manusia.

Diterangkan Nur, dengan debat itu masyarakat bisa mempertimbanhkan, siapa sosok yang terbaik untuk memimpin Sumsel kedepan, dengan visi misi dan program yang masuk akal. 

"Semalam (debat) memberikan ruang untuk para calon, mempertegas visi dan misi mereka, yang tentunya akan memperkuat keyakinan para pendukungnya akan keunggulan kandidat mereka. Apalagi jika program-program tersebut sesuai dengan harapan-harapan mereka, " ucapnya. 

Dalam highlight debat semalam, ia menerangkan akan kesamaan visi dan misi pasangan Herman Deru - Cik Ujang (HDCU) dengan Eddy Santana Putra-Riezky Aprilia (ERA), yang sama-sama berfokus pada pendidikan dan kesehatan, meskipun yang menjadi pembeda Herman Dery juga menyinggung tentang infrastruktur. 

 "Sedangkan lasangan Mawardi Yahya-Anita Noeringhati mengangkat pentingnya infrastruktur, dan layanan publik yang praktis dan responsif. Ini akan memberikan efek komparatif kepada pemilih tidak terkecuali pemilih militan, " tandasnya. 

Ditambahkan Nur, dengan masyarakat melihat debat para calon pemimpin Sumsel itu, menjadikan pemilih akan ikut berpengaruh, termasuk pemilih militan selama ini. 

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved