Berita Palembang
Dikembangkan Jadi Pusat Ekonomi Terpadu, LRT Stasiun Ampera Terintegrasi dengan Hotel dan Alun-alun
"Paparan terkahir akan kita lakukan di Makassar dan semoga paparan terakhir ini disetujui dan jika disetujui maka proses selanjutnya agar segera
Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan berkolaborasi bersama pemkot Palembang, membangun dan mengembangkan kawasan terintegrasi di sekitar Stasiun LRT Ampera.
Kawasan tersebut dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian sekaligus pariwisata.
Asisten II Basyarudin Ahmad mengatakan, tinggal perlu satu paparan akhir lagi yang harus dilakukan agar proposal rencana pengembangan kawasan terpadu itu disetujui dan mendapat hibah dari pemerintah Amerika Serikat Millenium Challange Account (MCA).
"Paparan terkahir akan kita lakukan di Makassar dan semoga paparan terakhir ini disetujui dan jika disetujui maka proses selanjutnya agar segera direalisasikan," kata Basyarudin, Selasa (15/10/2024).
Basyarudin merinci, proyek Transit Oriented Development (TOD) itu akan menghidupkan ekonomi juga pariwisata di seputaran Jembatan Ampera.
Tujuan utamanya yakni meningkatkan jumlah kunjungan atau okupansi LRT Stasiun Ampera dan jika sudah naik maka ekosistem perekonomian juga akan terbentuk.
Pasalnya rencana pembangunan akan dibuat satu tempat khusus untuk UMKM berjualan sehingga nanti akan dibangun gedung khusus yang didesain menyerupai pempek telur yang dibelah dengan fungsinya menampung beragam UMKM berjualan.
Selain itu juga nanti akan dibangun hotel dengan bentuk bangunan pempek kapal selam dipotong dengan susun tegak setinggi awal delapan lantai dulu.
Nantinya semua kawasan di seputar stasiun LRT Ampera akan terkoneksi satu dengan lainnya yang dihubungkan dengan sky brigde untuk memudahkan masyarakat berkunjung.
Sky brigde itu akan dibangun menghubungkan ke hotel, pusat UMKM, pasar 16 Ilir juga ke kawasan jalan masjid lama dan Masjid Agung juga sehingga semua bisa dijangkau dengan mudah berjalan kaki.
"Nantinya akan jadi kawasan terpadu ekonomi dan wisata sehingga ekonomi bisa terkerek naik dan wisata juga berjalan dengan view utama pemandangan jembatan Ampera dan sungai Musi sehingga mirip dengan wisata di Thailand sehingga kawasan seputaran Ampera bakal jadi alun-alun pertama Palembang," kata Basyarudin.
Jika proyek tersebut disetujui maka akhir tahun akan disusun studi kelayakannya dilanjutkan dengan detail engineering desain (DED).
"Targetnya 2025 mulai tender dan juga sekaligus proyeksi fisik dimulai sehingga proyek keseluruhan selesai dalam waktu lima tahun," katanya.
Sebelumnya Kepala Dinas PU PR Kota Palembang Ahmad Bastari Yusak menjelaskan, total dana hibah itu sebesar Rp10 T, hanya saja dibagikan untuk lima kota, dan Palembang tengah memperjuangkan untuk mendapatkannya sehingga masing-masing kota akan mendapat Rp 2 triliun.
Dana Rp 2 triliun itu katanya akan difokuskan di infrastruktur dan UMKM yakni Rp1,5 triliun untuk infrastruktur stasiun LRT dan sisanya untuk UMKM,dengan bangunan Retail dqn UMKM seluas 7.203m2 untuk 3 lantai dan bangunan insfrastruktur hotel dan retail 15.938 m2 untuk 8 hingga 15 lantai.
IKA KAMSRI Surati Presiden Prabowo, Minta Pertimbangan Hukum untuk H Halim |
![]() |
---|
Ribuan Warga Palembang Antusias Ikuti Funwalk PAN ke-27 |
![]() |
---|
Hari Pertama Solidaritas dari ADO Sumsel Berhasil Kumpulkan Dana Rp 12.339.000 |
![]() |
---|
MOBIL Land Rover Jadul yang Biasa untuk Adventure Tiba-tiba Terbakar di Area Parkiran Mal Palembang |
![]() |
---|
Perjalanan Pulang Berakhir Maut, Sepeda Motor Hantam Truk Wanita Muda Tewas di Palembang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.