Kades di OI Dilaporkan Aniaya Warga

Selain Aniaya Warga, Kepala Desa di Ogan Ilir Dilaporkan Perkara Dugaan Maladministrasi

Usai dilaporkan menganiaya warga hingga terluka, Kepala Desa Tambang Rambang di Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir, dilaporkan ke polisi.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Agung Dwipayana
Awin menunjukkan draft dari Dinas PMD Ogan Ilir yang berisi susunan perangkat Desa Tambang Rambang, Rabu (9/10/2024). 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Usai dilaporkan menganiaya warga hingga terluka, Kepala Desa Tambang Rambang di Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir, dilaporkan ke polisi.

Laporan dari warga itu atas dugaan maladministrasi dan salah guna identitas serta pemalsuan tanda tangan. 

Kepala desa bernama Aria Prima itu dilaporkan mantan perangkat Desa Tambang Rambang bernama Awin Saputra.

Sebelum membuat laporan ke polisi, Awin diundang oleh utusan kepala desa ke kediamannya.

Pemanggilan tersebut diduga terkait Awin yang meminta klarifikasi tentang statusnya sebagai perangkat desa kepada Camat Rambang Kuang.

"Waktu itu Minggu (6/10/2024) malam, saya datang atas undangan kades, kemungkinan perihal status saya sebagai perangkat desa yang pernah saya klarifikasi dengan camat," kata Awin kepada wartawan di Indralaya, Rabu (9/10/2024).

Awin mengaku telah mengundurkan dari perangkat Desa Tambang Rambang pada Januari 2023 lalu, dengan surat pengunduran diri yang dibuat oleh sekretaris desa. 

Namun Awin merasa keberatan setelah mengetahui dirinya masih terdaftar secara definitif sebagai perangkat desa sampai saat ini.

Pria 41 tahun menuturkan, berdasarkan pengalaman pernah menjabat sebagai perangkat desa kurang lebih enam tahun,  tanda tangan dirinya sebagai perangkat desa aktif bukan untuk pencairan honor.

Namun juga untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) maupun Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa.

"Saya kan sudah tidak lagi perangkat desa sejak Januari 2023 lalu dan surat pengunduran diri saya ditandatangani Kepala Desa Tambang Rambang. Setelah saya kroscek di kasi pemerintahan (Dinas PMD), ternyata memang benar status saya masih aktif sebagai perangkat desa. Ini luar biasa penyalahguanaan identitas diri,  pemalsuan tanda tangan, seperti pencairan honor, RPJMDes, itu turut menggunakan tanda tangan saya," tutur Awin.

Saat menemui Kepala Desa Tambang Rambang, Awin mengaku dipukul di bagian telinga kiri hingga mengalami luka.

"Telinga kiri saya sempat mengeluarkan darah dan sekarang pendengaran menjadi terganggu, saya khawatir ini bisa cacat permanen," tuturnya.

Tak terima dianiaya oleh kepala desa tersebut, korban berharap polisi memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Laporan penganiayaan ini telah dilayangkan Awin ke Polres Ogan Ilir pada Senin (7/10/2024) lalu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved