Opini
Energi Nusantara 2045
MESKI usia Indonesia tidak lagi muda dalam angka, seyogyanya kita sudah harus sedini mungkin untuk mendeteksi energi andalan
Oleh: Ahmad Usmarwi Kaffah, PhD
Lulusan terbaik program Doktor spesifikasi Hukum Energi di Universitas Aberdeen, Inggris
MESKI usia Indonesia tidak lagi muda dalam angka, seyogyanya kita sudah harus sedini mungkin untuk mendeteksi energi andalan masa depan Indonesia. Seperti apa kriteria sumber energi yang kontekstual dan sesuai dengan perkembangan zaman pada saat usia emas Indonesia nanti?
Setidaknya kriteria utama tentunya harus merupakan energi bersih yang menjadi bagian dari misi global dalam penanggulangan dampak negatif (adverse impact) dari perubahan cuaca. Macam-macam istilah yang tersedia mulai dari energi terbarukan (Renewable energy) sampai energi campuran (mixed energy). Intinya adalah less hydrocarbon atau bahkan zero hydrocarbon untuk menekan penggunaan energi fosil yang kotor.
Negara-negara maju (advanced countries) bahkan sudah menetapkan target penggunaan energi alternatif selain energi fosil. Mereka, sebagian besar, sudah berhasil dalam pemenuhan target (renewable target’s fulfilment). Sebut saja Eropa yang mewajibkan penggunaan 20 persen energi terbarukan pada tahun 2020.
Negara seperti Inggris rata-rata sebagian besar daerah-daerahnya menggunakan wind power/tenaga angin untuk memanfaatkan angin sebagai pembangkit listrik.
Ada juga yang menggunakan solar panel untuk menyerap panas matahari secara radiasi. Khusus teknologi solar panel sangat lazim digunakan di negara tropis seperti Indonesia dimana radiasi panas matahari dapat dengan mudah dirasakan.
Kriteria lainnya adalah sumber energi yang sesuai dengan kondisi alam negara terkait. Jika wind power kita gunakan di Indonesia mungkin tidak seatraktif dan seandal ketika digunakan di negara badai seperti di barat. Dimana angin kencang secara numeratif mudah sekali di jumpai. Negara tropis seperti Indonesia tentunya lebih akrab dengan panas matahari. Tidaklah heran jika teknologi solar panel sering dijumpai dan digunakan.
Dan juga tidaklah merugi bagi negeri menggunakannya untuk membantu proses elektrifikasi sosial.
Untuk kategori energi terbarukan panas bumi juga bisa menjadi yang terdepan dalam pengelolaan penghasil listrik di Indonesia. Beberapa daerah, sebagai contoh, seperti di kecamatan Semende Kabupaten Muara Enim sudah mengeksploitasi beberapa titik panas bumi yang dikelola oleh swasta domestik.
Tinggal lagi bagaimana Pemerintah pusat dan Pemda dapat terus memonitor ini. Supaya pengelolaan sumber energi tidak berdampak secara negatif pada lingkungan sekitar dan ekosistem yang ada.
Intinya, jika menggunakan istilah saya ketika menjabat Bupati Muara Enim, adalah memastikan sustainable development tanpa adanya ultimate depletion. Dengan prinsip ini secara khusus dapat membawa kepercayaan diri bagi para investor untuk energi terbarukan.
Kebetulan dengan prinsip tersebut, pada zaman kepemimpinan saya, dapat membawa kabupaten Muara Enim mendapat penghargaan capaian realisasi investasi tertinggi di Sumatera Selatan. Ditandai dengan penghargaan Indonesia Awards 2023 yang saya terima secara langsung secara nasional pada tanggal 31 Agustus 2023.
Dua kriteria diatas sangat penting namun sangatlah normatif dan biasa terdengar serta diperbincangkan tentang seputar energi masa kini dan masa depan Indonesia.
Yang mungkin sangat jarang diperbincangkan adalah pertanyaan seputar tentang pemanfaatan sumber energi yang seperti apa untuk Indonesia supaya menjadi yang terdepan dalam pengelolaannya di dunia atau, paling tidak, di wilayah ASEAN?
Adalah Metan hidrat (methane hydrates) yang dapat menjadi sumber energi masa depan yang sekaligus dapat membawa Indonesia menjadi yang terdepan dalam pengelolaannya. Karena sampai saat ini belum ada satupun negara di dunia yang secara berkelanjutan mengembangkan metan hidrat.
Metan hidrat adalah sumber daya alam yang berbentuk es padat (solid ice). Ada juga yang berpendapat seperti salju. Metan hidrat ini jika dieksploitasi akan menghasilkan dua SDA penting yaitu gas dan air. Metan hidrat 85 persen mengandung air dan sisanya gas Metan. Komposisi kimiawi Metan hidrat berbentuk molekul es yang, merupakan air, membungkus molekul gas yang terletak pada posisi tengah dari keseluruhan bentuk metan hidrat.
| Kritik, Kekuasaan, dan Jalan Damai yang Dipertanyakan |
|
|---|
| Bencana Alam dan Pemasaran Sosial: Mengukur Niat Dibalik Aksi |
|
|---|
| Memahami Mewujudkan Kodifikasi dan Univikasi Hukum Pidana. |
|
|---|
| Keberhasilan bukan Kecepatan, Melainkan Konsistensi dalam Berproses, Sebuah Renungan di Awal 2026 |
|
|---|
| OPINI: Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Merusak Jantungmu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Ahmad-Usmarwi-Kaffah-doktor.jpg)