Berita Palembang

BPS Ingatkan Beras, Bawang, dan Cabai Perlu Diwaspadai Bakal Sumbang Inflasi Bulan Depan

BPS Palembang mencatat sejak awal tahun sudah empat kali terjadi deflasi hingga Agustus namun kondisi tersebut perlu diwaspadai akhir tahun

Penulis: Hartati | Editor: adi kurniawan
Handout
Pj Walikota Palembang A Damenta menanggapi laporan bulan inflasi Palembang yang disampaikan BPS Palembang di kantor Bappeda Palembang, Senin (2/9/2024). 

SRIPOKU.COM, PALEMMBANG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang mencatat sejak awal tahun sudah empat kali terjadi deflasi hingga Agustus, namun kondisi tersebut perlu diwaspadai akhir tahun atau mulai bulan depan.

Kepala BPS Kota Palembang Yudhistira Arya Noegraha mengingatkan ada tiga lima komoditas yang bisa memicu inflasi pada bulan depan yakni emas perhiasan, BBM non subsidi, beras, cabai merah dan bawang merah.

Namun hahha ada tiga komoditi yang bisa ditekan laju inflasi atau bisa adanya campur tangan untuk mengendalikan inflasi yakni bawang merah, cabai keriting dan juga beras.

Sementara itu duo komoditi lainnya yakni emas perhiasan dan BBM non subsidi harganya tidak bisa dilakukan interfensi oleh pemerintah kerena fluktuasi harga emas ditentukan oleh nilai tukar rupiah juga dampak geo politik global, sedangkan harga BBM non subsidi tidak bisa diinterfensi karena ditentukan dengan harga minyak dunia.

Oleh sebab itu pemerintah diminta waspada terjadi inflasi bulan depan karena sudah cukup lama cabai keriting dan bawang merah turun harga, sedangkan beras stabil.

"Kalau sudah turun harganya, tinggal menunggu saja kapan harganya akan kembali naik, karena trennya memang seperti itu fluktuasi sehingga dikhawatirkan bukan depan tidak akan lagi bisa deflasi tapi justru inflasi," kata Yudhistira Arya saat menyampaikan rilis bulanan BPS, Senin (2/9/2024).

Dia menyebut inflasi bulan Agustus mont to month sebesar -0,27 persen, sedangkan inflasi year on year sebesar 1,85 persen.

Dari 393 komoditas yang dicatat BPS, sebanyak 77 komoditas turun harganya, 86 komoditas naik harganya dan sisanya 230 komoditas stabil harganya.

Koditas yang harganya naik tinggi yakni emas, bensin, angkutan udara, beras dan timun.

Sedangkan komoditas yang harganya turun yakni daging ayam ras, bawang merah, ikan patin dan telur ayam ras.

Dibanding nasional, inflasi Palembang masih jauh lebih rendah dari angka nasional namun inflasi tertinggi Agustus tercatat di Ogan Komering Ilir (OKI) yakni -0,18 persen month to month atau lebih rendah dibanding inflasi Sumsel sebesar -0,19 persen.

Menggapi ancaman inflasi bulan depan dengan prediksi harga bawang merah, canai keriting dan beras bakal naik, Pj Walikota Palembang A Damenta mengatakan akan berkoordinasi dengan Bulog terkait kesiapan stok beras.

"Kita koordinasi dengan Bulog soal pasokan di pasaran juga stok agar aman hingga akhir tahun sehingga harga beras tetap terkendali," kata Damenta.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved