Berita Palembang

Harga Plastik Melejit, Herman Deru Ajak Pelaku Usaha di Sumsel Gunakan Daun Pisang

menjadi alasan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta masyarakat segera beralih menggunakan bahan pembungkus alami.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Angga
PEDAGANG PLASTIK- Suasana penjual plastik di pasar 10 ulu Palembang yang mengalami dampak kenaikan harga kantong kresek pada Selasa (7/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta masyarakat segera beralih menggunakan bahan pembungkus alami.
  • Kondisi ini seiring dengan melambungnya harga plastik pasca lebaran Idul Fitri. 
  • Menurut Deru, penggunaan bahan alami seperti daun pisang tidak hanya menyelamatkan kantong para pedagang dari tingginya biaya modal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Melambungnya biaya produksi bagi pelaku UMKM akibat kenaikan harga bahan baku plastik, menjadi alasan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta masyarakat segera beralih menggunakan bahan pembungkus alami.

Langkah ini dinilai sebagai solusi paling logis untuk menekan ketergantungan pada plastik yang harganya terus naik pasca-Lebaran. 

Menurut Deru, penggunaan bahan alami seperti daun pisang tidak hanya menyelamatkan kantong para pedagang dari tingginya biaya modal, tetapi juga menjadi aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Sriwijaya.

Baca juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Kantong Plastik di Kayuagung Melonjak 100 Persen

“Plastik ini terbuat dari minyak atau petrokimia. Jika kita membatasi penggunaannya sekarang, kita mendapat dua manfaat pengeluaran berkurang dan alam terjaga,” ungkap Deru, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, masyarakat sebaiknya mulai membatasi penggunaan plastik di tengah kenaikan harga saat ini.

Menurutnya, alternatif ramah lingkungan seperti penggunaan daun pisang untuk membungkus makanan bisa kembali digalakkan.

Ia mengingatkan bahwa praktik tersebut bukan hal baru, karena sudah lama digunakan oleh masyarakat.

“Seminimum mungkin kita gunakan plastik. Gunakan bahan alami seperti daun pisang. Dulu makanan dibungkus dengan cara dipincuk, itu lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved