Pilkada Jakarta 2024

Sosok dan Profil Pramono Anung, Ditunjuk PDIP Bakal Dampingi Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024

Berikut ini sosok dan profil Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Pramono Anung akan mendaftar PDIP ke KPU Jakarta pada Rabu (28/8/2024).

Editor: adi kurniawan
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Berikut ini sosok dan profil Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Pramono Anung akan mendaftar PDIP ke KPU Jakarta pada Rabu (28/8/2024). 

SRIPOKU.COM -- Berikut ini sosok dan profil Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Pramono Anung akan mendaftar PDIP ke KPU Jakarta pada Rabu (28/8/2024).

Kabar Pramono Anung yang akan berpasangan dengan Rano Karno di Pilkada Jakarta tersebut dikatakan, Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey, di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Selasa (27/8/2024).

"Pak Pram besok mendaftar jam 11 di KPU sama Rano Karno," katanya.

Lantas siapa sosok dan profil Pramono Anung?

Sosok Pramono Anung sendiri dikenal seorang pengusaha yang sukses dan terjun ke politik.

Loyalitasnya ke PDI Perjuangan berakhir manis. Dari sekretaris partai, anggota dewan hingga diangkat menjadi menteri sekretaris kabinet.

Pramono Anung Wibowo lahir di Kediri, 11 Juni 1963. Ia anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan R. Kasbe Prajitna dan Sumarni.

Ia menikah dengan Endang Nugrahani dan dikaruniai dua orang anak; Hanindhito Himawan Pramono dan Hanifa Fadhila Pramono.

Masa kecil Pramono Anung, sering dipanggil Pram, dihabiskan di kota kelahirannya.

Baca juga: Bukan Anies Baswedan, PDIP Daftar 2 Sosok Ini ke KPUD Besok, Ada Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024

Sekolah dasar hingga menengah diselesaikan di Kota Kediri. Setelah lulus dari SMA 1 Kediri, Pram yang saat itu berusia 19 tahun melanjutkan kuliah ke Kota Bandung, Jawa Barat.

Ia mengambil teknik pertambangan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lulus kuliah, ia langsung terjun ke dunia kerja. Meniti karier dari bawah hingga menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan pertambangan dan perminyakan.

Pada tahun 1988, saat usianya 25 tahun, Pram menduduki posisi direktur di PT Tanito Harum.

Di sela-sela kesibukan bisnisnya, ia mencoba terjuan ke dunia politik. Pada awal Era Reformasi 1989, ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ia memulai dari bawah menjadi anggota PDIP. Ia mulai ikut dalam kepanitian acara partai kepala banteng ini.

Pada tahun 2000, ia ditunjuk menjadi Wakil Sekjen DPP PDIP. Lima tahun kemudian ia berhasil menjadi Sekjen mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Pram menjadi orang kepercayaan Mega untuk mengendalikan organisasi partai ke polosok nusantara.

Aktif di organisasi bukan hal baru bagi Pram. Sejak mahasiswa ia sudah terlibat di kegiatan kampus. 

Ia menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB. Sejak ia masuk PDIP, karier politiknya cemerlang. 

Selain duduk di pengurusan partai, Pram jua terpilih menjadi angota DPR RI dan Wakil Ketua DPR RI.

Ia menjadi anggota DPR empat kali berturut-turut. Mulai periode 1999-2004, 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019. Namun, pada periode kedua, ia tak menuntaskannya karena fokus menjadi Sekjen PDIP. Begitu juga pada priode yang terakhir.

Pada periode terakhir ini, Pram tidak menyelesaikannya jadi angota DPR RI, karena diminta Presiden Joko Widodo untuk menjadi Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Wijoyo dalam reshuffle kabinet Kerja pada 2016.

Penunjukan Pramono menjadi menteri sebetulnya tinggal menunggu waktu apalagi presidennya dari PDI Perjuangan.

Keluarga

Istri            : Endang Nugrahani
Anak         : Hanindhito Himawan Pramono
                   Hanifa Fadhila Pramono.

Pendidikan

  • Sekolah Dasar (SD) Pawyatan Daha Kediri.
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pawyatan Daha - Kediri (1976-1979).
  • Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Kediri (1979-1982).
  • S1, Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bandung (1982-1988).
  • S2, Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1990-1992).
  • S3, Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung (2010-2013).

Karier

  • Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, Bandung, 1985-1986.
  • Ketua Forum Komunikasi Himpunan Jurusan Dewan Mahasiswa ITB, 1986-1987.
  • Ketua Perhapi, Jakarta, 1998-2000.
  • Anggota DPP PDIP, Jakarta, 1998-2000.
  • Direktur PT. Tanito Harum, Jakarta (1988-1996)
  • Komisaris PT. Mandiri Hana Persada, Jakarta (1996-1999)
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Jakarta, 2000-2005.
  • Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Jakarta, 2005-201
  • Angggota DPR RI, 1998-2004, 2004-2005, 2009-2014, 2014-2015
  • Wakil Ketua DPR RI, 2009-2014
  • Sekretaris Kabinet Kerja, 2016-2019
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved