Pilkada Palembang 2024

Ratu Dewa-Prima Salam Dikabarkan Siap Berlayar Bersama Gerindra-PDIP, Ini Tanggapan PDIP

Pasangan Ratu Dewa-Prima Salam dikabarkan siap berlayar maju di Pilkada Palembang 2024 dengan dukungan Partai Gerindra dan PDIP.

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz
HANDOUT
Postingan salah satu relawan Ratu Dewa menyebutkan pasangan Ratu Dewa-Prima Salam dikabarkan siap berlayar maju di Pilkada Palembang 2024 dengan dukungan Partai Gerindra dan PDIP. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pasangan Ratu Dewa-Prima Salam dikabarkan siap berlayar maju di Pilkada Palembang 2024 dengan dukungan Partai Gerindra dan PDIP.

Dengan demikkian jika kabar baik ini benar adanya, maka kekhawatiran selama ini berlayar tidaknya pasangan RDPS ini akan terjawab dan RDPS akan menjadi salah satu bagian dari 3 paslon yang tampil di Pilwako Palembang.

Dengan asumsi partai Gerindra dukungan 8 kursi dan PDIP dengan 5 kursi. Total 13 kursi sehingga memenuhi syarat minimal 20 persen kursi parleman ketentuan untuk bisa mendaftarkan paslon ke KPU, yakni minimal 10 kursi.  

"Alhamdulillah..jangan ragu lagi.. A1 melenggang menuju Palembang beRDaya Palembang beRDjaya," demikian pesan salah seorang relawan Ratu Dewa di dalam postingannya, Rabu (7/9/2024) malam.

Postingan tersebut ditulis di bawah gambar paslon Ratu Dewa-Prima Salam bersama lambang partai Gerindra dan PDIP.

Baik Ratu Dewa, Prima Salam maupun Ketua Tim Pemenangan RDPS Ahmad Zulinto ketika coba dikonfirmasi terkait isu DPP PDIP telah sah memberikan dukungannya, hingga kini masih belum memberikan penjelasan. 

Sementara Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan HM Giri Ramanda N Kiemas tak menampik banyak awak media telah menanyakan kabar ini. 

"Sampai hari PDI Perjuangan Sumatera Selatan menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat mengenai calon-calon yang akan diusung pada Pemilukada 2024 ini," ungkap Giri Ramanda kepada Sripoku.com, Kamis (8/8/2024).

Keponakan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini meminta agar semua pihak untuk bersabar menunggu kabar resmi berupa SK dari DPP PDI Perjuangan tentang siapa calon yang akan mendapatkan dukungan.  

"Jadi mohon kepada seluruh masyarakat agar bersabar menunggu keputusannya dari Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan," kata Giri yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sumsel.

Anggota DPR RI terpilih Dapil Sumsel 2 menyatakan pihaknya sementara ini belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut lantaran kepastian hukum berupa rekomendasi belum ada.

"Ini sudah ranahnya DPP. Kalau DPD sudah mengeluarkan surat, nanti kami baru bisa ngomong. Pokoknya sabar saja. Sekarang bagaimana mau ngomong. Kalau spekulasi banyak. Semua bisa mengklaim. Tapi kepastian hukum kalau sudah ada rekomendasi," pungkasnya.

Saat ini telah ada beberapa kandidat yang akan maju di Pilkada Palembang 2024. Adapun pasangan pertama Yudha Pratomo Mahyuddin-Baharudin yang diusung Partai Demokrat (6 kursi) dan PKS (5 kursi), sehingga total 11 kursi yang sudah dimiliki. 

Menyusul kemudian ada nama Fitrianti Agustinda-Nandriani Octariana yang telah mendapat rekomendasi dari NasDem (9 kursi), PAN (5 kursi) dan PKB (4 kursi), sehingga paslon Duo Srikandi Palembang ini telah mengantongi 18 kursi.  

Paslon lainnya ada nama Ratu Dewa - Prima Salam yang telah mendapat rekomendasi partai Gerindra. Namun, keduanya belum bisa dikatakan memenuhi syarat dukungan karena partai Gerindra hanya memiliki 8 kursi, sehingga perlu dukungan partai lainnya untuk bisa minimal mengantongi 10 kursi DPRD. 

Partai PDIP (5 kursi) dan Golkar (8 kursi) menjadi penentu di Pilkada Palembang 2024. Sebab beberapa pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota masih berharap dukungan dari kedua parpol tersebut. 

 

Pengamat Politik Unsri Prediksi Pilwako Palembang Diikuti 3 Paslon

Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr M Husni Tamrin memprediksi, pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Palembang Ratu Dewa-Prima Salam akan melenggang di Pilkada Palembang 2024.

Meski pasangan Ratu Dewa-Prima Salam baru mengantongi delapan kursi dari dukungan Gerindra dan masih butuh dua kursi lagi untuk bisa maju.

Namun Husni yakin pasangan ini akan mendapatkan tambahan dukungan, sehingga syarat dukungan bisa terpenuhi untuk maju Pilkada.

"Memang kalau Palembang sudah muncul dua pasang (Yudha Pratomo-Baharudin dan Fitrianti Agustinda-Nandriani Oktariana), tinggal Ratu Dewa-Prima Salam yang nanti akan menyusul," kata Husni, Rabu (7/8/2024).

Husni mengatakan, dua parpol yang belum memberikan dukungan yakni PDIP dan Golkar bisa saja nantinya akan mendukung Ratu Dewa-Prima Salam.

"Masih ada Golkar dan PDIP yang menjadi penentu," kata dia.

Husni memprediksi Pilkada Palembang akan diikuti oleh tiga pasangan calon.


"Perkirakan masih tiga pasangan calon, sehingga tidak ada muncul poros ke empat," kata dia.

Menurut dia, dukungan parpol yang sudah memberikan dukungan ke salah satu pasangan bisa saja berubah selama belum didaftarkan ke KPU.

"(Dukungan parpol) Itu juga dinamika, bisa berubah dan partai bisa goyang seperti PKB, dan itu dinamika dari masing- masing dan kemungkinan tetap tiga paslon, " kata dia.

Ia mengaku PDIP dan Golkar sulit membuat poros baru, sebab tidak ada kader dari kedua partai itu yang menonjol.

"Jadi, Golkar dan PDIP kecil kemungkinan bersatu, karena tidak ada calon yang digadang sejak awal, jadi kemungkinan kecil, " kata dia.

Bakal calon walikota dan wakil walikota Palembang Ratu Dewa dan Prima Salam menerima SK dukungan sekaligus mendapatkan pengarahan dari Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Senin (5/8/2024)
Bakal calon walikota dan wakil walikota Palembang Ratu Dewa dan Prima Salam menerima SK dukungan sekaligus mendapatkan pengarahan dari Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Senin (5/8/2024) (handout)

Baca juga: Deklarasi Fitri-Nandriani Sebelum Daftar ke KPU, Berharap Tambahan 3 Parpol Lagi Bergabung

 

Koalisi pilkada kata dia tidak mesti harus sama dengan koalisi di Pilpres.

Mengingat kata dia, koalisi di daerah sangat cair.

"Residu Pilpres seperti koalisi KIM (Koalisi Indonesia Maju) sangat cair di daerah, setelah Pilpres memang ada upaya melanjutkan di Pilkada. Tapi karena bervariasi untuk kabupaten kota sehingga susah," paparnya.

Disisi lain Bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang Ratu Dewa- Prima Salam (RDPS), mengaku optimis 'Berlayar' di Pilkada 2024, meski baru mendapatkan rekomendasi dari partai Gerindra.

Sebab dari hitung- hitungan dengan baru dapat rekomendasi dari Gerindra yang memiliki 8 kursi di DPRD Palembang, masih belum memenuhi syarat dukungan minimal jumlah kursi DPRD Palembang 20 persen (10 kursi) dari total 50 kursi yang ada.

Dari beberapa partai politik yang meraih kursi di DPRD Palembang periode 2024-2029, saat ini yang belum mengeluarkan rekomendasi dukungan yaitu partai Golkar (8 kursi) dan PDIP (5 kursi).

Sehingga jika tidak mendapat dukungan salah satu partai itu, maka untuk memenuhi syarat minimal sulit terwujud.

Bakal Calon Wakil Walikota (Balon Wawako) Palembang Prima Salam, mengaku tetap optimis akan 'Berlayar' dapat dukungan partai lainnya yang nanti berkoalisi mengusungnya di Pilkada 2024.

"Pastinya dari partai politik Gerindra dan beberapa partai lainnya, InsyaAllah akan segera turun pokoknya, dan (kapan turun) tergantung DPP masing-masing. Yang jelas sebelum pendaftaran, form B1kwknya siap dan lebih dari dia partai, " kata Prima Salam.

Ketua DPC partai Gerindra kota Palembang ini sendiri, tidak menjelaskan secara detil partai apa yang akan bergabung dengannya nanti di Pilkada, namun ia memastikan syarat dukungan minimal kursi DPRD akan terpenuhi.

"InsyaAllah lebih dari 20 persen syarat, (soal partai Golkar dan PDIP) belum tahu, pokoknya akan ada partai dan saya tidak menyebutkan nama partainya kan, jadi menjaga kode etik segala macam. Jadi lebih baik ditunggu bae (saja), " tegasnya.

Anggota DPRD Sumsel yang terpilih kembali untuk periode 2024-2029 ini, tak mempermasalahkan adanya opini diluar, jika RDPS terancam tidak mengikuti kontestasi di Pilkada Palembang, dan menggapnya hal yang lumrah dalam berkontestasi di era demokrasi saat ini.

"InsyaAllah tidak (bubar), dan InsyaAllah Allah menguatkan. Jadi polemik diluar itu kita sikapi dengan namanya pesta demokrasikan, maunya opini- opini masyarakat opini- opini dari setiap yang ingin melihat bergeliatnya Pilkada di kota Palembang, jadi Bismillah. Sekarang yang jelas rekomendasi partai Gerindra sudah ada 8 kursi, InsyaAllah ke depan ada beberapa partai, yang akan mengeluarkan rekomendasinya untuk pasangan RDP, " tandas Prima.

Ditambahkan pria yang juga menjabat Bendahara DPD Partai Gerindra Sumsel ini, selain melakukan lobi- lobi dengan partai politik lainnya, fokus lainnya saat ini menguatkan struktur pemenangan.

"Sekarang fokus penguatan ranting partai, fokus penguatan daripada akar rumput partai, dan para guru saya ustaz, maupun habaib untuk menguatkan, ' tuturnya.

Diungkapkan Prima, ia dan Ratu Dewa saat ini lagi menyusun program yang akan ditawarkan kepada masyarakat yang dikemas dalam visi misi, untuk jualan mereka kedepan dan dipilih masyarakat. Salah satunya penganggulang banjir dan pengentasan kemiskinan.

"Prioritas penanggulangan banjir, kita akan membuat Satgas percepatan penanggulangan banjir, menghilangkan kumuhnya di kota Palembang. Terus juga pembenahan infrastruktur, penurunan angka kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Jadi Bismillah dijalani galo (semua)," paparnya.

Disisi lain dengan adanya dua bakal pasangan penantang akan dihadapi nanti, hal itu diakuinya tidak masalah. Sebab, dengan dirinya maju di kontestasi maka semua lawan akan dihadapi dan yakin menang.

"InsyaAllah, mau satu, dua atau tiga maupun empat pasang semuanya itu sudah terproses, sesuai dengan takdirnya. InsyaAllah tanggal 27 November nama yang jadi kepala daerah ini sudah ada, kehendak Allah lalu siapa yang tahu, yang jelas kita menjalankan prosesnya bae (saja) benar enggak, sebab semuanya (kandidat) baik-baik, bagus-bagus dan hebat- hebat yang tujuannya, untuk menjadikan Palembang kota yang baguslah, yang sejahtera, sehingga jalankan saja prosesnya tidak ada yang menjatuhkan orang, ' bebernya.

Dilanjutkan Prima, jika sudah mencukupi dukungan partai politik, ia dan Ratu Dewa pastinya akan melakukan deklarasi secara sederhana dan deklarasi dilakukan sebelum pendaftaran ke KPU.

"InsyaAllah kalau form sudah semua dengan parpol koalisi dan relawan, untuk menghemat waktu saya juga menyarankan sebelum pendaftaran di KPU. Jadi kita deklarasi terus kita langsung ke KPU.

Pertimbangannya kan waktu, terus itu jugakan masyarakat-masyarakat yang mendukung itu kan punya waktu untuk mereka berkegiatan lain, jadi satu momen itu dikumpulkan jadi satu. InsyaAllah antara tanggal 27 sampai tanggal 29 Agustus kita deklarasi, mungkin pagi di sekitaran KPU itu saja dan langsung kita KPU. Pokoknya simpel dan Bismillah," tukasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved