Berita Viral
Kronologi Data Pribadi Pelamar Kerja Diduga Disalahgunakan, Begini Pengakuan HRDnya
Berikut ini adalah kronologi kejadian data pribadi seorang wanita di Bogor bernama Dewi Rahmawati (25) diduga disalahgunakan oleh HRD
SRIPOKU.COM -- Berikut ini adalah kronologi kejadian data pribadi seorang wanita di Bogor bernama Dewi Rahmawati (25) diduga disalahgunakan oleh HRD tempatnya melamar kerja.
Data pribadinya itu digunakan untuk membuat rekening yang diduga dilakukan HRD tempat ia melamar pekerjaan di salah satu PT yang ada di Kota Bogor.
“Kalau misalnya aku tahu itu di tanggal 5 Juli. Tapi, dari yang membuat ATM tersebut dari tanggal 14 Maret 2024,” kata Dewi saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Minggu (7/7/2024).
Dewi melanjutkan, data pribadinya yang disalahgunakan ini bermula dari ia melamar pekerjaan pada Februari 2024 lalu.
Namun, sejak Februari sampai saat ini, ia sama sekali tidak mendapat panggilan interview dari PT itu.
“Jadi saya juga naruh CV pada umumnya. Tapi saya menaruh fotocopy KK dan KTP,” ungkapnya.
Ia pun mengetahui bahwa ada ATM atas nama dirinya ketika ia membuka aplikasi Wondr.
HRD Mengaku
HRD itu pun membuat pengakuan yang dinilai tidak masuk akal oleh Dewi.
HRD berinisial L itu mengakui bahwa hal ini adalah keteledoran dirinya.
“Kata dia L maaf ya ini keteledoran saya. Saya salah. Saya harusnya membuatkan ATM untuk Dewi satu lagi. Tapi malah data saya katanya yang masuk ke BNI,” kata Dewi saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Minggu (7/7/2024).
Dewi saat itu pun langsung menimpali L yang saat itu menghubungi via telpon.
Kata Dewi, dirinya merasa aneh bahwa L malah menggunakan data pribadinya.
“Saya konfrontasi kan. Kok bisa sih walaupun nama Dewi banyak, kok data saya yang dipake?. Emang Dewi yang lain lahirnya sama kaya saya?. Terus saya bilang lagi. Ibu katanya teledor, tapi ko bisa tahu lokasi saya dimana dan data saya,” jelasnya.
Dewi pun terus mencecar HRD itu. Ia menanyakan transaksi yang jika ditotal mencapai angka Rp 10 juta.
L malah berkelit, bahwa transaksi itu transkasi yang aman.
“Saya tekenin kan ini transaksi 10 juta transaksi apa? Saya takutnya ini pinjol. Terus kata dia (L) ini bilang transaksinya aman. Ini bukan pinjol kok. Gitu katanya,” tambahnya.
Keanehan pun terus terlihat dari gelagat L saat itu.
L langsung menyuruh untuk Dewi tidak meramaikan hal ini.
L memaksa untuk bertemu dan menyelesaikan dua pihak.
Bahkan, L mengiming-imingi sejumlah uang kepada Dewi jika mau bertemu dengannya.
“Dia bilang juga jangan bawa kasus ini kemana-mana (diramaikan). Saya minta tolong mohon banget supaya jangan dibawa kemana-mana. Kata dia gitu,” ungkapnya.
Dewi pun mengiyakan ajakan L untuk bertemu namun di kantor cabang BNI.
L pun menolaknya dan terus memaksa bertemu di tempat lain.
“Pokoknya saya bilang hari Senin saya mau ke BNI. Dan HRD ini bilang jangan katanya. Jangan pokoknya ke BNI. Ini kesalahan fatal saya katanya,” ujarnya.
HRD itu pun terus melakukan cara agar masalah ini selesai.
Ia pun meminta kakak kandung dari Dewi yang bernama Desi agar membujuk dirinya.
Desi sendiri bekerja sebagai operator di PT tersebut.
“Dia berkali kali bilang ke kakak saya untuk minta rayu saya. Dia bilang kalau kasus ini keluar kasihan ke HRD pada dipecatin. Kakak saya menolaknya kan. Dia malah terus terusan bilang ke kakak saya buat rayu saya,” ucapnya.
Dewi pun semakin yakin bahwa data pribadinya ini memang disalahgunakan oleh HRD.
“Kalau misal dibilang tagihan sama sekali gak ada. Ditakutkannya juga kan dia money laundry atau apa. Penipuan juga bisa tapi ini atas nama saya kan. Saya takutnya di situ,” ucapnya.
Dewi pun bersikeras melanjutkan permasalahan ini bahkan sampai ke ranah kepolisian.
“Semalam sudah mengumpulkan data dan ngumpulin transaksi dan print semua chat dan bukti rekaman itu. Semalam saya sudah pelaporan (polisi). Tapi pihak polisi belum ada kelanjutan karena belum ada dari ihak BNI-nya,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Pengakuan Tak Masuk Akal HRD yang Viral Salahgunakan Data Pribadi Orang di Bogor: Ibu Teledor, https://bogor.tribunnews.com/2024/07/07/pengakuan-tak-masuk-akal-hrd-yang-viral-salahgunakan-data-pribadi-orang-di-bogor-ibu-teledor
| Viral di Lubuklinggau Sumsel, Dua OTK di Dalam Xpander Diduga Melakukan Percobaan Penculikan Anak |
|
|---|
| Jembatan Cangar Jadi Lokasi Viral Orang Akhiri Hidup, Pria Ini Sediakan Layanan Curhat Gratis |
|
|---|
| Tempat Resepsi Pernikahan Banjir, Pengantin di Rawas Ulu Muratara Terpaksa Diantar Naik Perahu |
|
|---|
| Seorang Anggota TNI Pangkat Peltu Tiba-tiba Dikeroyok 3 Orang, 2 Pelaku Diamankan, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Nasib Oknum Dekan di Universitas Bengkulu Resmi Tersangka Usai Aniaya Guru Besar, Dipicu Tanya BKD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/HRD.jpg)