3 Daerah di Sumsel Sudah Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutlah

Tiga Kabupaten di Sumsel yakni, OKI Muba dan Banyuasin telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah).

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: adi kurniawan
TRIBUNSUMSEL.COM/NANDO
Ilustrasi Karhutlah -- Tiga Kabupaten di Sumsel yakni, OKI Muba dan Banyuasin telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Tiga Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah).

"Sudah tiga daerah yang menetapkan status siaga darurat Karhutlah sejak Mei lalu yaitu OKI, Muba dan Banyuasin," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman saat dikonfirmasi, Rabu (12/6/2024).

Menurutnya, ketiga daerah tersebut menjadi penyumbang Karhutlah ketika bencana tahunan itu terjadi.

Wilayah itu memilki lahan gambut yang cukup luas, terutama di OKI.

Selain di OKI, lahan gambut juga terdapat di Ogan Ilir (OI).

"Untuk di Ogan Ilir ini masih berproses, termasuk daerah lain dan SK Siaga Darurat di Provinsi Sumsel juga masih berproses di Biro Hukum Setda Sumsel," katanya.

Menurutnya, karena di Sumsel sudah ada tiga daerah yang menetapkan status siaga darurat Karhutlah sebagai bentuk antisipasi maka untuk di Provinsi Sumsel juga dilakukan proses tersebut.

"Sebab, jika ada dua daerah yang sudah berstatus bersiaga, maka Pemprov sudah bisa menetapkan status siaga darurat, dalam waktu dekat ini mungkin akan keluar SK-nya," katanya.

Setelah ini akan dilakukan Rakor bersama seluruh daerah dan apel siaga bersama Forkopimda serta pihak terkait lainnya untuk memitigasi bencana Karhutla.

Berdasarkan, prediksi BMKG ia menyebut jika musim kemarau pada tahun ini akan terjadi pada Juli-Agustus.

Meski hanya dua bulan,  tetap akan dilaksanakan kesiapsiagaan hingga musim kemarau selesai.

Ia menambahkan, kondisi cuaca di Sumsel pada tahun ini berbeda dengan 2023. Waktu hujan pada tahun ini cukup panjang, bahkan sejumlah daerah beberapa kali banjir.

"OKU, OKU Selatan, Muara Enim kemarin kebanjiran. Sementara di Muba, OKI, Banyuasin dan lainnya sudah pancaroba. Makanya tiga daerah tidak terdampak banjir sudah bertahap menyiapkan status siaga darurat Karhutla," ungkapnya.

Pada tahun lalu, ada 12 daerah yang rawan Karhutlah, sedangkan untuk tahun ini pihaknya belum bisa memprediksi, namun daerah rawan yang dipastikan langanan Karhutla seperti OKI, OI, Muba, Banyuasin dan lainnya.
 
Untuk memitigasi Karhutlah, pihaknya juga akan meninjau sejumlah perusahaan perkebunan yang rawan Karhutla. Peralatan dan perlengkapan juga akan dicek agar Karhutla di wilayah konsesi milik perusahaan bisa teratasi dengan baik.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved