Banjir Bandang di OKU Selatan

Banjir Bandang di OKU Selatan, 2 Jembatan Rusak, Belasan Rumah Terdampak Hingga Hanyut Terbawa Arus

Banjir Bandang di OKU Selatan Akibatkan Dua Jembatan Rusak, Belasan Rumah Terdampak dan Hanyut Terbawa Arus

Tayang:
Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: adi kurniawan
Sripoku.com/Alan Nopriansyah
Akses jalan alternatif Muaradua-Baturaja di Wilayah Desa Jagaraga rusak akibat banjir bandang yang terjadi, Kamis 23/5/2024). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Dilanda hujan lebat, Rabu (23/5) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan merilis sejumlah kerusakan dampak diterjang banjir Bandang.

Kepala BPBD OKU Selatan Koni Ramli SPd, mengatakan, sementara ini dari data laporan warga bahwa dari aliran sungai yang pasang tersebut membuat 15 KK dengan 51 jiwa yang terdampak.

"Ada satu rumah semi permanen hanyut, namun rumah tersebut sudah lama ditinggal dan saat kejadian tidak dihuni di wilayah Desa Pelangki Kecamatan Muaradua," terangnya kepada Sripoku.com, saat menyambangi warga terdampak Banjir di Desa Pelangki Kamis (23/5).

Kendati demikian, Koni Ramli menyampaikan dari laporan sementara ini tidak terdapat korban jiwa, daei 51 jiwa yang terdampak membuat 10 orang warga terpaksa mengungsi.

Koni juga mengatakan dari dahsyatnya luapan Sungai yang menghanyutkan 1 unit rumah terjadi di wilayah Dusun IV Desa Pelangki Kecamatan Muaradua, akibat luapan sungai Belumai.

Selain itu, dari data laporan yang diterima BPBD juga terdapat fasilitas umum akses jalan Pemkab yang merupakan jalur alternatif penghubung Muaradua- Baturaja tepatnya di Desa Jaga Raga terputus.

"Kemudian akses Muaradua- Baturaja terputus, satu jembatan Gelumai Ambrol dan satu unit jembatan Gantung Ambrol, serta ada 4 ha lahan jagung," terangnya.

Dwi Hanya Pasrah Saat Usaha Tempe dan Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang

Raut wajah Dwi (46) Warga Desa Dusun IV Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan masih sembab pasca terkena musibah rumahnya diterjang oleh banjir Bandang, 


Tempat tinggalnya 1 dari 15 rumah yang ikut terdampak akibat luapan sungai Gelumai, Rabu (22/5) dinihari. Karena hanya berjarak puluhan meter dari bibir sungai.


Dikatakannya, banjir Bandang yang baru dialaminya pertama kali itu sejak ia tinggal di lokasi. Namun akibat deras air sungai membuat rumahnya rusak berat, perabotan rumah ikut hanyut, termasuk bahan baku usaha pembuatan tempe dijalaninya ikut terbawa air.


Diceritakannya, bahwa ia bersama keluarga baru menyadari air sudah mulai naik ketika warga mengetuk pintu rumahnya memberitahukan bahwa air sungai meluap sekitar pukul 22.30 WIB malam.


"Kita baru sadar saat ada warga yang menggedor pintu, bahwa air sudah naik dan masuk ke dalam setiap ruangan rumah,"ujar Dwi dengan mata masih sembab.


Menyadari air sungai dengan cepat naik, dan sudah setinggi pinggang orang dewasa ia bersama anak dan suaminya langsung panik menyelamatkan diri bergegas keluar rumah.


"Tiba-tiba dalam sekejap air sudah se pinggang, kita tidak berfikir untuk menyelamatkan barang-barang di rumah langsung keluar bergegas keluar rumah bersama anak-anak,"terangnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved