Santri di Kediri Tewas Dianiaya
Kisah Bintang, Chat Minta Jemput Diabaikan, Pulang jadi Jenazah hingga Kain Kafan tak Boleh Dibuka
Ternyata Bintang Balqis Maulana sempat memberondong ibunya dengan chat yang kesannya mendesak.
SRIPOKU.COM - Seorang santri di ponpes Kediri meninggal dunia usai memberondong chat ke ibunya namun tak segera digubris.
Santri itu bak sudah memberikan sinyal terjadi sesuatu yang berbahaya kepadanya.
Benar saja, selang beberapa hari ia pulang namun sudah menjadi jenazah.
Penyesalan tak terbendung itu dirasakan sang ibunda.
Kisah santri yang bernama Bintang Balqis Maulana ini pun jadi sorotan publik.
Teka-teki kematiannya yang janggal menyimpan cerita pilu dari sang ibu.
Bintang Balqis Maulana sempat memberondong ibunya dengan chat yang kesannya mendesak.
Bintang Balqis Maulana (14) mengirim chat menyanyat hati melalui aplikasi WhatsApp kepada sang ibu Suyanti (38).
Chat tersebut dikirim Bintang Balqis Maulana 4 hari sebelum meninggal dunia di tangan seniornya di Pondok Pesantren Al Hanifiyah, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Baca juga: Oknum Dokter RS di Palembang Lecehkan Istri Pasien, IDI Palembang Buka Suara
Baca juga: Kronologi Oknum Dokter di Palembang Cabuli Istri Pasien Korban Tertidur Usai Diberi Suntikan Vitamin
Dalam pesan singkat tersebut, Bintang Bintang Balqis Maulana mengaku ketakutan saat berada di pondok pesantren.
"Sini jemput bintang. Cepat ma ke sini. Aku takut ma, maaaa tolonggh. Sini cpettt jemput," tulis mendiang dalam pesan singkat.
Meskipun demikian, Bintang tak menjelaskan lebih lanjut alasan dirinya ingin dijemput pulang.
Diminta Ibu Tunggu Sampai Puasa
Merespons permintaan anaknya, Suyanti meminta Bintang Balqis Maulana untuk bersabar hingga bulan Ramadhan tiba.
Namun, Bintang Balqis Maulana tetap bersikukuh ingin dijemput.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Chat-terakhir-Bintang-Balqis-Maulana-santri-di-Kediri-yang-tewas-di-ponpes-minta-dijemput-ibu.jpg)