Pilpres 2024
Tolak Jokowi Cawe-cawe, Universitas IBA Palembang Tegaskan Bukan Partisipan Capres
Universitas IBA Palembang sebelumnya meminta Presiden Jokowi untuk tidak ikut campur atau cawe-cawe di Pilpres 2024.
Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rektor Universitas IBA, Dr Tarech Rasyid menegaskan alasannya melakukan penolakan terhadap Presiden Jokowi untuk ikut campur Pilpres 2024, murni karena ingin terwujudnya pesta demokrasi yang jujur adil dan bebas rahasia.
Universitas IBA Palembang sebelumnya meminta Presiden Jokowi untuk tidak ikut campur atau cawe-cawe di Pilpres 2024.
Tarech menegaskan tidak ada intimidasi atau keberpihakan ke mana pun sehingga benar-benar pilihan rakyat.
Tarech membantah keras jika suara dari Guru besar, civitas kampus adalah suara dukungan salah atau partisipan salah satu calon presiden.
Menurutnya kampus bergerak, kamu intelektual bergerak karena melihat ada yang salah dari tatanan pemerintahan saat ini.
Dia mengibaratkan, kaum intelektual sebagai elang yang hidup di udara atau angkasa, sampai turun ke bumi karena melihat adanya kerusakan dan suatu hal yang tidak sesuai sehingga untuk merefleksikan ilmunya, maka kaum intelektual ini turun mengingatkan agar tatanan yang salah ini agar bisa dikembalikan ke jalan yang benar.
• Universitas IBA Palembang Minta Presiden Jokowi Jangan Cawe-cawe soal Pilpres
Menurutnya, para Guru Besar yang menyuarakan nuraninya terhadap pengabaian etika, moral, nilai-nilai Pancasila dan pelanggaran norma konstitusi Republik Indonesia (UUD 1945), dituding dan dituduh sebagai partisan.
"Saya menolak anggapan perguruan tinggi atau guru besar dianggap orang partisipan karena seruan ini bukan partisipan dan tidak ada kaitan dengan kepentingan politik," tegasnya, Rabu (7/2/2024).
Seruan atau kritikan para Guru Besar, intelektual dan akademisi, baik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), pada hakekatnya bertolak dari realitas yang
meresahkan dan menggelisahkan karena etika, moralitas, dan nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945 telah diabaikan dalam membangun negara hukum yang demokratis, berkeadilan dan bermartabat.
Dia menyuarakan dua dari enam pernyataan sikap Universitas IBA yakni jangan adanya intervensi terhadap kampus atau guru besar yang menyuarakan agar presiden jangan cawe-cawe.
Tarech mengatakan, menuntut agar elit pemerintah dan elit politik untuk tidak menuding atau menuduh para guru besar, akademisi, intelektual yang menyuarakan agar pejabat publik menjunjung tinggi etika, moral, dan prinsip-prinsip demokrasi untuk membangun negara hukum yang demokratis, berkeadilan dan bermartabat.
Juga menuntut aparat kepolisian agar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengintervensi dan mengintimidasi para rektor PTN dan PTS di tanah air diambil langkah-langkah hukum karena bertentangan dengan etika, moral, hukum dan kebebasan akademik yang tentunya tindakan tersebut merusak upaya untuk
membangun negara hukum yang demokratis, berkeadilan dan bermartabat.
"Kami sebelumnya juga sempat didatangi polisi dari Polda Sumsel yang silaturahmi menanyakan terkait penyusunan sikap yang akan disuarakan, dan kami jawab dengan lugas apa adanya dan tidak ada intervensi yang kami terima, bahkan saya juga berpesan pada polisi yang bertugas agar menegakan netralitas pada pemilu ini," tutup sangat rektor.
| Fakta Pertemuan Prabowo-Jokowi di Solo, Digelar Tertutup Selama 1,5 Jam tak Dihadiri Kader Partai |
|
|---|
| 4 Sosok Kader PAN Disodorkan Jadi Calon Menteri Pemerintahan Prabowo-Gibran, tak Ada Nama Eko Patrio |
|
|---|
| Profesor Universitas Australia Sebut Prabowo Menang di Pilpres 2024 Gunakan Toxic Positivity |
|
|---|
| Ganjar-Mahfud Siap Terima Apapun Hasil Putusan Sengketa Pilpres 2024 Hari Ini, Kami Taat Konstitusi |
|
|---|
| Menanti Hasil Sengketa Pilpres 2024, Pakar Hukum Yakin MK Bakal Berikan Kejutan di Sidang Hari Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/IBA-kritik-Jokowi.jpg)