Harga Jagung

Update Harga Jagung Hibrida Senin 6 Februari 2024 di Musi Rawas Sumsel, Masih Bertahan

Update harga jagung hibrida atau jagung pakan ternak di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumsel, Snin 5 Januari 2024.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Ahmad Sadam Husen
Tribun Sumsel/Choirul
Aminudin (56) saat mengurus jagung miliknya yang sebentar lagi panen. Foto diambil Jumat (22/12/2023). 

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS -- Harga jagung hibrida hari ini, Snin (5/2/2024) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) di tingkat pedagang masih bertahan di harga Rp 6.000 per kilogramnya, untuk pipilan kering.

Harga itu jauh lebih tinggi dibanding harga di tingkat petani di Kecamatan Tugumulyo, yang hanya Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per kilogramnya, untuk pipilan kering.

Kabid Perdagangan Disperindag Musi Rawas, Fatimah mengatakan, harga jagung pipilan kering di pasaran masih bertahan di harga Rp 6.000 per kilogramnya.

"Masih sama dengan minggu lalu, yakni Rp 6.000 per kilogramnya."

"Itu untuk harga pipilan kering," kata Fatimah kepada Sripoku.com, Senin (05/02/2024).

Dikatakan Fatimah, untuk stok sendiri masih banyak dan cukup.

Hanya saja, usebagian besar peternak di Kabupaten Musi Rawas lebih memilih membeli jagung hibrida langsung di tingkat petani.

"Mereka sering beli di petani langsung, karena harganya lebih murah biasanya."

"Yang beli di pedagang di pasar, biasanya hanya sedikit-sedikit," ungkapnya.

Sehingga hal itu ,sambung Fatimah, tidak mempengaruhi harga jagung hibrida di tingkat pedagang.

"Beberapa hari minggu, harga jagung hibrida ini bertahan, sampai saat ini," ucap Fatimah.

Sementara itu, Warno salah seorang petani jagung di Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo mengaku, harga jagung hibrida di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogramnya.

"Ada yang beli Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogramnya," kata Warno saat diwawancarai Sripoku.com, Senin (05/02/2024)

Menurut Warno, harga itu jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Sebab, saat ini tak banyak petani yang masih bertahan menanam jagung hibrida tersebut.

"Tidak banyak sekarang yang tanam jagung."

"Karena sekarang lahan persawahan sudah bisa ditanam padi, air sudah normal," ungkapnya.

===

Simak berita Sripoku.com lainnya di Google News

Yuk gabung di Grup Whatsapp resmi Sriwijaya Post buat dapat update info seputar Sumatera Selatan dan Palembang lebih cepat ! (Klik di sini)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved