Breaking News

Harga Jagung

Update Harga Jagung Hibrida Rabu 29 November di Musi Rawas Sumsel, Tertinggi Rp 5.500 per Kilo

Adanya kenaikan harga jagung hibrida saat ini setidaknya memberikan semangat kembali bagi petani untuk terus membudidayakan jagung hibrida.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Sadam Husen
Sripoku.com/Eko Mustiawan
Petani jagung di Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas saat memanen jagungnya. 

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS -- Berikut update harga jagung hibrida atau jagung pakan ternak di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini, Rabu (29/11/2023).

Harga jagung hibrida hari ini di Musi Rawas, khususnya Kecamatan Tugumulyo, masih berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per kilogramnya.

Harga itu menurut petani masih stabil dan tinggi, jika dibandingkan dengan harga di musim sebelumnya yang hanya Rp 2.500 hingga Rp 3.000 saja per kilogramnya.

Adanya kenaikan harga jagung hibrida saat ini setidaknya memberikan semangat kembali bagi petani untuk terus membudidayakan jagung hibrida tersebut.

"Alhamdulillah harga jagung sudah mulai di harga normal."

"Sekarang berkisar antara Rp 5.000 sampai Rp 5.500 per kilogramnya di tingkat petani," kata Suratno, salah seorang petani di Desa Wonokerto, Rabu (29/11/2023)

Dikatakan Suratno, harga jagung mulai naik sejak kurang lebih 3 bulan terakhir, di mana sebelumnya harga jagung di harga Rp 2.000 hingga Rp 3.000 saja per kilogramnya.

"Kalau sebelumnya murah, paling hanya Rp2.000 atau Rp 2.500 per kilogramnya, tidak pernah sampai Rp 3.000," ucapnya.

Suratno mengaku, tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan kenaikan harga jagung hibrida tersebut.

"Kemungkinan karena hasil panen petani yang tidak sebanyak sebelumnya."

"Sekarang kan tidak banyak yang tanam jagung, tidak seperti sebelum-sebelumnya, pas pengeringan irigasi Kelingi-Tugumulyo," ungkapnya.

Sebab saat ini, kata Suratno, para petani pemilik lahan persawahan mulai menanam padi sejak dialirkannya kembali irigasi Kelingi-Tugumulyo.

"Kalau kemarin kan pas pengeringan irigasi, banyak sawah yang tidak bisa ditanami padi."

"Jadi ditanami jagung, sehingga hasil panen banyak," tegasnya.

Dia berharap agar harga jagung hibrida tetap berada di harga terbaiknya, ehingga para petani bertahan menanam jagung.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved