Banjir di Sumsel

Kecamatan Rawas Ilir di Muratara Sumsel Masih Tergenang Air, Ketinggian 1,5 Meter

Setidaknya ada enam kecamatan dan 53 desa yang terdampak banjir di Muratara.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Ahmad Sadam Husen
Kecamatan Rawas Ilir di Muratara Sumsel Masih Tergenang Air, Ketinggian 1,5 Meter - Anggota-Polsek-Rawas-Ilir-membantu-anak-anak-menyeberangi-banjir.jpg
Dok. Polsek Rawas Ilir
Anggota Polsek Rawas Ilir membantu anak-anak menyeberangi banjir.
Kecamatan Rawas Ilir di Muratara Sumsel Masih Tergenang Air, Ketinggian 1,5 Meter - rekening-dana-kemanusiaan-bantuan-banjir-di-sumsel.jpg
Sriwijaya Post
Tribunners, Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel membuka rekening dana kemanusiaan untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa bencana banjir di Sumatera Selatan. Silahkan salurkan bantuan Anda ke rekening di atas.

SRIPOKU.COM, MURATARA -- Bencana banjir di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel) masih terjadi.

Setidaknya ada enam kecamatan dan 53 desa yang terdampak banjir di Muratara.

"Enam kecamatan dan 53 desa di Muratara terdampak banjir," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumsel, Sudirmanm saat dikonfirmasi, Senin (22/1/2024).

Ia merincikan, enam kecamatan dan 53 desa tersebut yaitu Kecamatan Karang Jaya 8 desa, Kecamatan Rupit 15 desa, Kecamatan Rawas Ulu 7 desa, Kecamatan Ulu Rawas 7 desa, Kecamatan Karang Dapo 8 desa dan Kecamatan Rawas Ilir 8 desa.

"Warga yang terdampak ada 23.690 KK dan 94.760 jiwa."

"Kondisi terkini daerah yang masih tergenang, yaitu di Kecamatan Rawas Ilir, ketinggian airnya kurang lebih 1.5 meter di Desa BM I, Desa BM II, Bingin Teluk, Batu Kucing, Pauh dan Pauh I," katanya.

Menurutnya, upaya yang telah dilakukan adalah dengan:

* Pemantauan dan patroli rutin di lokasi kejadian bencana banjir,

* Memberikan imbauan kepada masyarakat yang terdampak, supaya lebih waspada apabila terjadi peningkatan debit air sungai,

* Penetapan SK siaga banjir dan tanah longsor,

* Pembentukan SK posko banjir,

* Penetapan SK tanggap darurat banjir,

* Pendirian dapur umum,

* pemberian bantuan logistik dari dapur umum kabupaten ke dapur umum kecamatan dan desa,

* Pemberian bantuan pinjam pakai perahu fiber kepada warga yang terdampak banjir, untuk melintasi akses jalan yang terendam,

* Pendirian tenda pengungsi di beberapa lokasi kejadian, dan

* Melakukan pemantauan rutin tinggi muka air di daerah rawan banjir.

===

Simak berita Sripoku.com lainnya di Google News

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved