Berita Ogan Ilir

Isu 80 TKA Cina di PT SPF, Distransnaker Ogan Ilir Akan Panggil Pihak Perusahaan

Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Ogan Ilir berencana memanggil pihak PT Sumatera Prima Fibreboard

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yandi Triansyah
Instagram
PIMPIN APEL - Kepala Distransnaker Kabupaten Ogan Ilir, Amrullah (kanan) memimpin apel pagi pada Senin (6/4/2026) lalu. Distransnaker akan meminta penjelasan PT SPF terkait isu 80 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja di perusahaan tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Distransnaker Ogan Ilir berencana memanggil pihak PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF) guna mengklarifikasi isu adanya 80 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja di perusahaan tersebut.
  •  PT SPF mengonfirmasi kepada Distransnaker bahwa saat ini sedang membangun pabrik baru yang nantinya akan merekrut banyak tenaga lokal.
  • Sebelumnya, anggota DPRD Ogan Ilir bernama Huzaimi menyebut ada puluhan TKA Cina yang bekerja di perusahaan manufaktur di daerah tersebut.

SRIPOKU.COM, INDRALAYA – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Ogan Ilir berencana memanggil pihak PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF) guna mengklarifikasi isu adanya 80 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja di perusahaan tersebut.

Kepala Distransnaker Kabupaten Ogan Ilir, Amrullah mengaku baru mendapat informasi terkait TKA Cina dari wartawan.

"Insya Allah bersama pihak-pihak terkait, kami akan memastikan kebenaran informasi soal TKA tersebut," ucap Amrullah kepada wartawan di Indralaya, Sabtu (11/4/2026).

Dilanjutkannya, berdasarkan data yang diterima Distransnaker Ogan Ilir, ada dua TKA yang bekerja di PT SPF.

"Itu pun TKA dari Malaysia, bukan Cina," ungkap Amrullah.

"Dan mereka bukan TKA yang menetap, melainkan hanya mengerjakan (reparasi) mesin," imbuhnya.

Dilanjutkannya, PT SPF mengonfirmasi kepada Distransnaker bahwa saat ini sedang membangun pabrik baru yang nantinya akan merekrut banyak tenaga lokal.

Sebelumnya, anggota DPRD Ogan Ilir bernama Huzaimi menyebut ada puluhan TKA Cina yang bekerja di perusahaan manufaktur di daerah tersebut.

Perusahaan yang dimaksud yakni PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF) yang bergerak di bidang industri panel kayu.

"Di PT SPF sekarang ini ada 80 TKA dari Cina. Kami minta tolong untuk dinas terkait agar ditindaklanjuti," kata Huzaimi kepada wartawan di Indralaya, Jumat (10/4/2026).

Pernyataan anggota legislatif dari Fraksi Partai Gerindra ini juga disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir, Kamis (9/4/2026) lalu.

Menurutnya, di saat masih banyak warga Ogan Ilir yang menganggur dan sangat membutuhkan pekerjaan, perusahaan justru lebih memilih TKA.

"Kami menekankan agar perusahaan bisa memberdayakan tenaga kerja lokal, khususnya dari Kabupaten Ogan Ilir," tegasnya.

Rencananya dalam waktu dekat, DPRD Ogan Ilir akan mendatangi PT SPF yang berlokasi di Indralaya Utara.

"Nanti kami datang dengan dinas terkait," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved