Berita Lubuklinggau
Dinkes Lubuklinggau Klarifikasi Warga Idap ODGJ Karena Narkoba Hanya 32 Bukan 364 Orang
Berdasarkan data Dinkes saat ini dari 364 ODGJ yang terdata hanya 32 orang atau delapan persen
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -Dinas Kesehatan (Dinkes) mengklarifikasi jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) karena narkoba di Kota Lubuklinggau Sumsel.
Berdasarkan data Dinkes saat ini dari 364 ODGJ yang terdata hanya 32 orang atau delapan persen yang disebabkan karena pengaruh narkoba.
"Jai hanya delapan persen (narkoba) bukan seluruhnya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi saat memberikan keterangan, Minggu (14/1/2023).
Erwin menyampaikan peryataan data ini sekaligus untuk meluruskan informasi kemarin ratusan warga di Kota Lubuklinggau terkena gangguan mental atau Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
Adapun ratusan ODGJ itu paling banyak karena pengaruh narkoba.
Erwin menyebutkan, penyebab ODGJ di Lubuklinggau disebabkan karena berbagai faktor mulai dari tekanan ekonomi, tekanan keluarga dan napza (narkoba).
"Yang paling banyak depresi karena biaya kebutuhan hidup," paparnya.
Erwin menyampaikan kemarin stafnya tidak melihat keseluruhan, ia mengaku selama ini selalu menyampaikan berlandaskan data.
"Selama ini saya buat statemen, selalu tanya data dulu, makanya setiap ada yang nanya saya tanya dulu pengelola programnya," ucapnya.
Kendati demikian, Erwin meminta masyarakat Lubuklinggau yang keluarganya ada ODGJ untuk rutin berobat, karena dikhawatirkan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
"ODGJ yang terdata ini berobatnya ke rumah sakit maupun puskesmas, tapi ada juga ODGJ belum mau berobat, tetap kita minta untuk diobati jangan sampai tidak diobati," imbuhnya.
Menurut Erwin apabila ODGJ tidak rutin minum obat akan sangat bahaya, bahkan bisa sampai membahayakan.
"Nanti akan ada dampak lainnya, apalagi sampai disimpan malu, kalau ada ODGJ sesegera mungkin dilaporkan," ujarnya.
Lanjut Erwin sejauh ini penanganan ODGJ di Lubuklinggau sudah cukup baik, karena ada obat dan programnya, obat itu tersedia di rumah sakit maupun di puskesmas.
"Untuk yang parah kita kirim ke Palembang dan ada juga yang ke Bengkulu, tapi biasanya hanya dua minggu kemudian di suruh pulang, karena rawat jalan," ungkapnya.
Diabetes Mengintai Anak-anak SD di Lubuklinggau, Minuman dan Makanan Kemasan Jadi Pemicu Utama |
![]() |
---|
Imbas Viral Wajib Pajak Kena Pungli Rp 500 Ribu, Seluruh PHL Samsat Lubuklinggau Diberhentikan |
![]() |
---|
Perkara Pukuli Istri di Lubuklinggau hingga Masuk Rumah Sakit, Logas Sakarta Urung Dipenjara |
![]() |
---|
TAMPANG Dicky Pemuda di Lubuklinggau Bakar Rumah Ibunya karena tak Diberi Uang Buat Main Judol |
![]() |
---|
Kronologi Honda Brio Tabrak Petugas Kebersihan di Lubuklinggau, Polisi Sebut Pengemudi Mengantuk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.