Ini Cara Pakai dan Efek Samping Pil KB Kombinasi, Alat Kontrasepsi Hormonal

Pil KB memiliki dua jenis, yaitu pil KB kombinasi dan pil KB progestin, di mana obat ini hanya boleh digunakan atas saran dokter.

Tayang: | Diperbarui:
YouTube/AH
Detik-detik Atta Haliintar dampingi Aurel Hermansyah melahirkan Baby A, Selasa (22/2/2022) pagi. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Pil KB adalah alat kontrasepsi hormonal yang umumnya digunakan untuk mencegah kehamilan.

Pil KB memiliki dua jenis, yaitu pil KB kombinasi dan pil KB progestin, di mana obat ini hanya boleh digunakan atas saran dokter.

Pil KB mencegah kehamilan dengan cara menghambat proses pembuahan dan implantasi janin pada rahim.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Zaenal Abidin, S.SiT., MM., Pil KB dapat mencegah ovulasi dan mengentalkan lendir di leher rahim (serviks) sehingga sperma sulit mencapai telur.

Lalu, Pil KB juga menipiskan dinding rahim agar sel telur yang telah dibuahi tidak dapat bertumbuh.

"Pil KB mengandung hormon estrogen dan progesteron, yang bila digunakan secara tepat bisa 99 persen efektif mencegah atau menunda kehamilan," katanya saat dibincangi Kamis (4/1/2024).

Tetapi, menurut Zaenak, tidak sedikit penggunanya yang keliru meminum pil KB.

Salah langkah atau tidak rutin meminumnya justru membuat efektivitasnya jadi menurun.

Jadi bukannya mencegah sesuai keinginan, justru risiko kehamilan namun menjadi lebih tinggi.

"Sebelum mengonsumsi Pil KB kombinasi, pengguna harus berkonsultasi kepada dokter terkait."

"Dokter atau tenaga kesehatan akan memastikan bahwa pengguna tidak sedang dalam keadaan hamil dan memiliki siklus menstruasi yang baik," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Pil KB harus diminum sesuai dengan paket pil KB yang dipilih.

Ada beberapa jenis paket pil KB Kombinasi, yaitu paket 21 hari dan 28 hari.

Baik paket 21 hari maupun 28 hari memiliki fungsi yang sama, di mana pil KB paket 28 hari menyediakan tujuh pil plasebo.

"Sedangkan Pil KB paket 21 hari tidak menyediakan pil plasebo karena di hari ke-22 umumnya perempuan akan mengalami menstruasi," pungkasnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Zaenal Abidin, S.SiT., MM.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Zaenal Abidin, S.SiT., MM. (Tribun Sumsel/Choirul)
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved