Kasusnya Kembali Naik di Jakarta, Apakah Covid-19 Akan Meledak Lagi Seperti 2020 ?

Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 sepanjang akhir 2023.

Peter Parks/AFP
Seorang perawat (tengah) berjalan melalui pusat sementara untuk pasien yang didirikan di luar Caritas Medical Center di Hong Kong pada 16 Februari 2022, saat kota itu menghadapi gelombang virus corona Covid-19 terburuk hingga saat ini. Pemerintah Hong Kong menggunakan kekuatan darurat yang memungkinkan dokter dan perawat dari China daratan untuk membantu mengatasi lonjakan Covid-19. 

"Sesekali akan terjadi lonjakan kasus atau outbreak," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (9/12/2023).

Menurut dia, saat ini ada potensi peningkatan jumlah pasien penderita Covid-19 yang parah di Indonesia karena tingkat surveilans dan kesadaran masyarakat masih rendah.

"Namun, ini tidak akan terjadi ledakan seperti pandemi sebelumnya."

"Tapi dalam konteks peningkatan kasus akan ada selama deteksinya juga memadai," ujar dia.

Dicky mengungkapkan, fenomena penularan Covid-19 saat ini mengalami perubahan.

Sekarang, pasien juga menderita infeksi saluran napas atau gangguan kesehatan lain.

Misalnya, pasien Covid-19 saat ini mungkin juga mengalami penyakit lain seperti pneumonia, flu, demam berdarah, diabetes dan sebagainya.

Dicky mengungkapkan, meski kasusnya meningkat, angka keparahan dan kematian Covid-19 masih di bawah 1 persen.

Namun, dia tetap mendorong pemerintah menuntaskan kasus ini.

Kegagalan penanganan dan diagnosis Covid-19 dapat membuat penyakit ini semakin parah dan menimbulkan kematian.

"Sangat diperlukan sistem rujukan yang lebih baik dan kesiapan dari obat dan alat kesehatan (dari pemerintah)," katanya.

Tenaga kesehatan melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19 diruang ICU di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021).
Tenaga kesehatan melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19 diruang ICU di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

===

Penyebab Covid-19 kembali meningkat

Menurut Dicky, lonjakan pasien Covid-19 terjadi karena jumlah populasi yang rawan terkena penyakit tersebut meningkat di masyarakat.

Adapun jenis orang yang rentan terkena Covid-19 terdiri dari anak-anak serta orang yang memiliki penyakit komorbid akibat diabetes, obesitas atau masalah kesehatan lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved