Berita Banyuasin
Harganya Lebih Murah, Telur Ayam Cangkang Pecah di Banyuasin Sumsel Malah Jadi Buruan
Pedagang yang menjual juga tidak mau menyetok telur yang cangkangnya pecah lantaran ketahanannya juga tidak terlalu lama.
SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Harga telur yang saat ini masih terbilang tinggi membuat emak-emak mulai mencari alternatif.
Selain mengurangi jumlah pembelian, emak-emak di Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata lebih memburu telur yang cangkangnya pecah karena harganya murah.
Akan tetapi, pedagang yang menjual juga tidak mau menyetok telur yang cangkangnya pecah lantaran ketahanannya juga tidak terlalu lama.
Seperti yang diungkapkan Heri, pedagang sembako di Pasar Sukajadi.
Di toko sembakonya, ia menjual tiga kategori telur ayam.
Ada telur ayam yang cangkangnya pecah, telur ayam yang cangkangnya putih dan telur ayam yang cangkangnya kekuningan.
"Kalau telur cangkangnya pecah, harga yang kami jual Rp 19.500 per kilonya."
"Sedangkan, untuk yang cangkangnya putih Rp 22.500 dan yang cangkangnya kekuningan itu kualitas bagus, harganya Rp 26.000 perkilo," ujarnya, Minggu (3/12/2023).
Lanjut Heri, memang banyak pilihan pembeli yang datang ke tempatnya untuk berbelanja terutama telur
Pembeli terutama emak-emak, biasanya akan membeli telur harga yang paling murah.
Seperti telur yang cangkangnya pecah, paling banyak dibeli karena harganya murah.
Selain ibu rumah tangga, menurut Heri, yang membeli telur yang cangkangnya pecah juga kebanyakan dari pelaku UMKM seperti penjual pempek dan model.
"Kata pembeli, bukan makan cangkangnya, tetapi isinya."
"Jadi, mereka lebih memilih yang cangkangnya pecah ketimbang cangkangnya bagus," ungkapnya.
Menurutnya, telur cangkang pecah ia sediakan sebanyak 10 papan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Telur-ayam-yang-cangkangnya-pecah-dijual-dengan-harga-yang-lebih-murah.jpg)