Bayi Tertukar di Bogor

Rawat Anak Orang Lain, Ibu Bayi Tertukar di Bogor Masih Ngotot tak Mau TES DNA, Ajukan Syarat ke RS

Bayi Ibu B diduga tertukar dengan bayi yang dilahirkan Siti Mauliah. Siti sendiri sudah merawat bayi yang bukan darah dagingnya itu sudah satu tahun

Kompas.com
Ibu Bayi Tertukar di Bogor Masih Ngotot tak Mau TES DNA 

SRIPOKU.COM - Perkembangan kasus bayi tertukar di Bogor hingga kini belum ada titik akhir.

Pasalnya salah seorang ibu dari bayi laki-laki yang tertukar tersebut ngotot tak mau melakukan tes DNA.

Bahkan saat diminta pihak rumah sakit, ibu berinisial B tersebut tetap tak mau melakukan tes DNA.

Ibu B tersebut mengaku belum siap mental dan fisik untuk melakukan tes pembuktian bayi yang tertukar itu.

Ngotot tak mau melakukan tes DNA, ibu B sampai nekat memberikan syarat berat ke pihak rumah sakit.

Sayangnya, karena syarat tersebut terlalu susah pihak RS pun tak bisa mengabulkannya.

Bayi Ibu B diduga tertukar dengan bayi yang dilahirkan Siti Mauliah. Siti sendiri sudah merawat bayi yang bukan darah dagingnya itu sudah satu tahun silam.

Walaupun bukan anak kandungnya, Siti merawatnya dengan penuh kasih sayang. Siti melahirkan bayinya di Rumah Sakit Sentosa Bogor pada tahun 2022 lalu dan berkelamin laki-laki.

Siti Mauliah (37), warga Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor tak bisa ikhlaskan bayi tertukar.
Siti Mauliah (37), warga Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor tak bisa ikhlaskan bayi tertukar. (Kolase)

Baca juga: Pekerjaan Nyonya Dian Ibu Bayi Tertukar di Bogor dengan Siti Mauliah Disebut Pegawai Pemerintahan

Belakangan setelah sekitar setahun mengasuhnya, Siti Mauliah meyakini itu bukan bayinya, dan tertukar saat usai proses persalinan di RS Sentosa Bogor.

Siti Mauliah sendiri sudah melakukan tes DNA dengan anak yang dirawatnya itu. Dia kemudian meminta pihak rumah sakit untuk melakukan hal serupa terhadap ibu B.

Hasil tes DNA Siti Mauliah dengan bayi tersebut hasilnya negatif, yang dimana anak itu ternyata memang bukan anak kandung yang dia lahirkan.

Pihak RS Sentosa Bogor berupaya membujuk Ibu B agar tes DNA ternyata memerlukan persyaratannya.

Ibu B minta semua pasien yang melahirkan bersamanya agar dilakukan tes DNA juga.

Pengacara Siti Mauliah, Rusdy Ridho menyatakan, B bersedia menjalani tes DNA asal mengikuti persyaratan yang diinginkannya. "Mau dia (pasien B) semua yang lahir dites DNA, jangan hanya dia," kata Rusdy Ridho.

Sebelumnya, B sempat menolak untuk tes DNA. Alasannya, karena ia belum siap untuk melakukannya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved