Profil Wong Kito
Niken Santika Pemerhati Pasien Stunting Seperti Anak Sendiri, 24 Tahun Jadi Petugas Gizi Anak
Pengabdian bertugas selama kurun waktu 24 tahun menjadi petugas Gizi anak membuat perempuan bernama lengkap, Niken Santika
Penulis: Reigan Riangga | Editor: bodok
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengabdian bertugas selama kurun waktu 24 tahun menjadi petugas Gizi anak membuat perempuan bernama lengkap, Niken Santika sudah menganggap pasien Stunting atau Standar Tinggi di Puskesmas 4 Ulu Palembang sudah seperti anak sendiri.
Sebagai tenaga pelaksana gizi anak, membuat Niken Santika saban pekan kian intens berinteraksi dengan anak-anak dinyatakan sebagai Stunting.
Hal demikian terjadi lantaran kurangnya pengetahuan serta perhatian tentang asupan gizi anak serta vitamin tambahan sehingga membuat tumbuh kembang anak di usianya atau dibawah umur lima tahun sedikit terhambat.
Niken Santika Koordinator Petugas Gizi Puskesmas 4 Ulu Palembang menuturkan, hingga Periode Juni 2023, tercatat ada total 13 anak Stunting, sehingga harus diperhatikan tumbuh kembang pada anak dengan diberikan asupan gizi serta vitamin tambahan.
Kembali dijelaskan Niken Santika, awalnya pihaknya melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga untuk mengetahui apakah ada anak yang Stunting atau gizi serta tingginya dibawah standar anak seusia balita tersebut.
Setelah didata, maka pada setiap Minggu dilakukan pembinaan di Puskesmas 4 Ulu Palembang.
"Kita ada makan bersama di Puskesmas 4 Ulu Palembang setiap hari Jumat. Kita ada program makan bersama," ungkap Niken Santika, Minggu (25/6/2023).
Kemudian, saat pulang pihaknya juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) guna mempersiapkan asupan gizi pada anak, seperti susu, vitamin hingga obat cacing.
"Kita juga datang mempertahankan tumbuh kembang anak dengan mengunjungi langsung kerumah-rumah warga jika berhalangan hadir di ke puskesmas," ujarnya.
Pembinaan dini kian digalakkan dari remaja sejak duduk di bangku sekolah hingga menjadi calon pengantin.
Selain itu, sebelum hamil turut diberikan arahan, terkait mengkonsumsi makanan yang bergizi serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Perempuan yang tak lama lagi memasuki masa Purna Tugas ini menambah sejauh ini pihaknya hanya terkendala untuk memberikan PMT pada ibu dan anak.
Tak jarang ia rela merogoh kocek pribadi guna memberikan asupan gizi pada anak.
"Pembinaan yang dilakukan itu minimal enam (6) bulan, baru bisa dinilai pada anak apakah ada perubahan atau tidak," ungkap Ibu dua anak ini.
Ia memberikan sedikit tips atau cara agar tumbuh kembang anak tetap sehat dan kondisi tubuh tetap bugar.
"Seperti pada umumnya, jangan terlalu sering konsumsi makanan siap saji. Kemudian makan dengan makanan beraneka ragam dengan porsi yang cukup," katanya.
"Program stunting itu dimulai Sejak Tahun 2021. Dimana tercatat data anak Stunting Tahun 2021 ada 15 anak. Tahun 2022, 19 anak dan Tahun 2023, 13 anak per Bulan Juni. Semoga kedepannya tak lagi bertambah," ungkapnya. (reigan riangga)
SOSOK Dian Prasetio, Dulu Jual Kitab-kitab Bekas, Anak Petani di Musi Rawas Ini Kini Jadi Miliarder |
![]() |
---|
Sosok Kapolsek Rambang Kapak Tengah Ipda Santi Wijaya, Hingga Mendapat Gelar Doktor |
![]() |
---|
Rustam Fachri Mandayun : Teruskan Profesi Wartawan, Teruslah Belajar dan Profesional |
![]() |
---|
Profil Eko Kusnadi, Tantangan Pemilu 2024 Mendatang, Butuh Komitmen Ciptakan Pemilu Berintegritas |
![]() |
---|
Profil Henny Primasari, Sosok Jurnalis Siap Memimpin PWI Ogan Ilir, Juara Nasional Lomba Jurnalistik |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.